Waspada Oknum Catut Nama Sudaryono Buka Dapur MBG, BGN Tegaskan Penipuan!

  • 31 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BGN RI, Sudaryono meminta, seluruh mitra SPPG mewaspadai oknum-oknum yang mengaku memiliki akses ke pimpinan lembaganya.
  • Peringatan tegas tersebut, setelah muncul modus menawarkan bantuan pembukaan dapur yang belum beroperasi atau terkena suspend dengan imbalan uang.
  • Manakala ada oknum-oknum yang kemudian menjajakan jasa meminta imbalan dalam rangka untuk membuka suspend atau segera mengoperasikan dapur-dapur belum beroperasi. Kemudian meminta imbalan uang mengatasnamakan saya atau pimpinan yang lain

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BGN RI, Sudaryono meminta, seluruh mitra SPPG mewaspadai oknum-oknum yang mengaku memiliki akses ke pimpinan lembaganya. Terutama, mewaspadai oknum yang mengklaim dapat membantu mengoperasikan kembali dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peringatan tegas tersebut, setelah muncul modus menawarkan bantuan pembukaan dapur yang belum beroperasi atau terkena suspend dengan imbalan uang. Sudaryono menegaskan, pihak yang mengatasnamakan dirinya maupun jajaran pimpinan BGN untuk menawarkan layanan tersebut tidak memiliki kewenangan resmi.

"Saya pastikan itu adalah bohong dan itu adalah tindak pidana penipuan. Jika ada yang mengatasnamakan saya, mengatasnamakan Ibu Waka, atau mengatasnamakan Pak Waka, atau mengatasnamakan pimpinan siapa pun, yang kemudian memberikan iming-iming," kata Sudaryono dalam keterangannya di akun Instagram resminya, @sudaru_sudaryono, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.

Ia juga meminta, mitra SPPG tidak memberikan uang apabila mendapatkan tawaran untuk membuka kembali dapur yang berstatus suspend. Pihak-pihak yang menemukan praktik tersebut, diharapkannya segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

"Manakala ada oknum-oknum yang kemudian menjajakan jasa meminta imbalan dalam rangka untuk membuka suspend atau segera mengoperasikan dapur-dapur belum beroperasi. Kemudian meminta imbalan uang mengatasnamakan saya atau pimpinan yang lain, maka kami pastikan berita itu tidak benar," ucap Sudaryono.

Bagi pihak yang menjadi korban, Sudaryono mendorong, agar segera membuat laporan kepada kepolisian. Langkah itu dinilai penting agar dugaan penipuan yang mencatut nama pejabat BGN dapat segera ditindaklanjuti.

Ia kembali menegaskan, bahwa BGN tidak pernah menunjuk pihak tertentu untuk mengurus pembukaan dapur SPPG yang dihentikan sementara. "Kami tidak pernah mengutus siapa pun, kami tidak pernah memberikan otoritas kepada siapa pun, apalagi meminta imbalan uang," ujar Sudaryono.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah pengetatan pengawasan terhadap pengelolaan dapur SPPG dalam pelaksanaan Program MBG. Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyebut sebanyak 249 pengelola SPPG telah diberhentikan karena dinilai tidak disiplin menjalankan tugas.

Menko Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, sebanyak 66 pengelola SPPG diberhentikan dalam satu bulan terakhir oleh manajemen baru BGN. Jumlah tersebut menambah 183 pengelola SPPG yang sebelumnya telah diberhentikan akibat persoalan disiplin.

"66 yang baru sebulan ini, manajemen baru baru sebulan. Sebelumnya 183, kemudian 66 yang tidak disiplin," ujar Zulkifli dalam rapat Perbaikan Tata Kelola Program MBG di Kantor Kementerian Koordinator Pangan, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Zulkifli, pengelola SPPG memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan proses pengolahan makanan berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, pengelola wajib berada di lokasi untuk melakukan pengawasan terhadap keamanan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....