Gus Najmi: Pernyataan Cak Imin soal NU dan HMI Harus Dilihat Utuh
- 30 Agt 2026 19:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gus Najmi meminta pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait kondisi NU dan latar belakang HMI pemimpin organisasi tersebut dipahami secara utuh dan proporsional.
- Menurut Gus Najmi, pernyataan Cak Imin merupakan bentuk kritik terhadap kepemimpinan sekaligus evaluasi terhadap kondisi NU.
- Gus Najmi mengingatkan agar pernyataan tersebut tidak berkembang menjadi pertentangan antarkelompok organisasi pergerakan mahasiswa maupun pemuda.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Harian DPP PKB Najmi Mumtaza Rabbany atau Gus Najmi meminta pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait kondisi NU dan latar belakang HMI pemimpin organisasi tersebut dipahami secara utuh dan proporsional.
Menurut Gus Najmi, pernyataan Cak Imin merupakan bentuk kritik terhadap kepemimpinan sekaligus evaluasi terhadap kondisi NU. Bukan serangan terhadap HMI sebagai organisasi maupun seluruh alumninya.
“Saya kira pernyataan Gus Muhaimin harus dilihat secara utuh dan proporsional. Beliau sedang mengkritik sebuah kepemimpinan dan mengevaluasi kondisi NU, bukan menyerang HMI sebagai organisasi ataupun seluruh alumninya,” kata Gus Najmi dalam keterangan persnya, Minggu 30 Agustus 2026.
Ia mengatakan, latar belakang HMI dari sosok yang dikritik merupakan fakta biografis. Namun, fakta tersebut tidak bisa serta-merta ditarik menjadi kesimpulan bahwa kritik terhadap seorang pemimpin merupakan kritik terhadap organisasi yang pernah menaunginya.
“Jika setiap kritik terhadap seorang figur otomatis dianggap kritik terhadap organisasinya, maka kita sedang terjebak dalam fallacy berpikir,” ujarnya. Menurut Gus Najmi, latar belakang HMI merupakan identitas personal tokoh yang dimaksud.
Sementara substansi utama kritik Cak Imin, kata Gus Najmi, berkaitan dengan kapabilitas dan hasil kepemimpinan. “Latar belakang HMI adalah identitas personal tokoh yang dimaksud, namun poin utamanya adalah tentang kapabilitas dan hasil kepemimpinan,” katanya.
Gus Najmi menegaskan, bahwa Cak Imin merupakan bagian dari NU dan tradisi pesantren. Karena itu, kritik yang disampaikan Cak Imin dinilainya sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk mendorong perbaikan di internal NU.
“Gus Muhaimin adalah bagian tak terpisahkan dari NU dan tradisi pesantren. Kritik yang beliau lontarkan lahir dari rasa tanggung jawab moral untuk perbaikan rumahnya sendiri,” ujar Gus Najmi.
Ia lantas mengingatkan agar pernyataan tersebut tidak berkembang menjadi pertentangan antarkelompok organisasi pergerakan mahasiswa maupun pemuda. Gus Najmi juga mengajak masyatakat mengedepankan persatuan antaranak bangsa.
“Jangan sampai narasi evaluasi kepemimpinan ini dipelintir menjadi adu domba antar-organisasi pergerakan. Perbedaan analisis itu sehat, namun persatuan gerakan mahasiswa dan pemuda harus tetap yang utama,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PB HMI periode 1997-1999 Anas Urbaningrum merespons pernyataan Cak Imin yang menyebut NU mengalami keterpurukan karena dipimpin alumni HMI. Anas yang kini menjabat Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) menyampaikan respons tersebut melalui akun X miliknya pada Minggu (30/8).
Dalam unggahannya, Anas juga menandai langsung akun X Cak Imin. Anas menilai Cak Imin seperti kehabisan pilihan kata ketika menyampaikan pandangannya.
“Kok kayak kekurangan kosa kalimat aja sampeyan @cakimiNOW,” tulis Anas. Ia kemudian memuji Cak Imin sebagai politisi, aktivis, sekaligus pemimpin yang dinilainya memiliki kapasitas lengkap.
“Padahal sampeyan dikenal punya kelebihan dalam hampir semua hal. Politisi aktivis dan pemimpin yang lengkap kap,” kata Anas.
Anas tidak memperpanjang perdebatan mengenai substansi pernyataan tersebut. Ia justru menutup unggahannya dengan doa dan pesan persahabatan.
“Sehat, waras dan sukses terus ya, Cak. Salam paseduluran,” ucap AU, panggilan akrab Anas Urbaningrum.
Sebelumnya, Cak Imin menyoroti kondisi NU dalam lima tahun terakhir. Ia menilai organisasi tersebut mengalami keterpurukan.
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin dalam acara bedah buku Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik, dan Kemasyarakatan di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8). “NU harus kita akui jujur terpuruk,” kata Cak Imin.
Cak Imin kemudian menyinggung faktor kepemimpinan sebagai salah satu penyebab kondisi tersebut. Dia mengaitkannya dengan latar belakang organisasi pemimpin NU.
“Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI. Kira-kira begitulah,” ujar Cak Imin sambil tertawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....