Kementan: 3.233 Hektare Sawah Lamongan Berhasil Dialiri Air
- 31 Agt 2026 08:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 3.233 hektare lahan padi terdampak kekeringan di Lamongan telah berhasil dialiri air
- Total lahan terdampak mencapai 3.450 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan
- Sebanyak 217 hektare lahan masih dalam proses penanganan, terutama di Kecamatan Turi dan Sugio
- Penanganan dilakukan melalui optimalisasi pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi
- Kementan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan seluruh lahan segera teraliri
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut 3.233 hektare lahan padi terdampak kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, telah berhasil dialiri air. Penanganan dilakukan hingga 29 Agustus 2026 untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap lahan pertanian.
Dari total 3.450 hektare lahan padi yang terdampak kekeringan di tujuh kecamatan, masih terdapat 217 hektare yang dalam proses penanganan. Penanganan dilakukan melalui optimalisasi pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi di wilayah terdampak. Kecamatan Kalitengah menjadi wilayah dengan luas lahan terdampak terbesar yang telah tertangani.
Dari 1.855 hektare lahan padi berusia nol hingga 40 hari setelah tanam, seluruhnya telah berhasil dialiri. Penanganan juga telah tuntas di Kecamatan Karang Binangun.
Sebanyak 248 hektare lahan padi berusia 30 hingga 40 hari setelah tanam telah teraliri seluruhnya. Begitu pula di Kecamatan Glagah.
Sebanyak 15 hektare lahan padi berusia 46 hingga 60 hari setelah tanam telah berhasil mendapatkan aliran air. Sementara di Kecamatan Deket, dari 397 hektare lahan terdampak, sebanyak 380 hektare telah teraliri.
Sebanyak 17 hektare lainnya masih dalam proses penanganan. Kecamatan Turi masih menjadi wilayah dengan lahan yang membutuhkan penanganan terbesar.
Dari 791 hektare lahan terdampak, sebanyak 622 hektare telah teraliri dan 169 hektare masih dalam penanganan. Adapun di Kecamatan Sugio, dari 94 hektare lahan terdampak, sebanyak 63 hektare telah teraliri.
Sementara 31 hektare lainnya masih membutuhkan penanganan lanjutan. Kecamatan Sukodadi mencatat penanganan tuntas untuk 50 hektare lahan padi.
Lahan tersebut berada pada tanaman berusia 25 hingga 30 hari setelah tanam. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah menghadapi ancaman kekeringan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pompanisasi dan perbaikan jaringan irigasi menjadi bagian dari strategi menjaga keberlangsungan musim tanam petani. Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian Arief Cahyono mengatakan capaian pengairan tersebut menunjukkan percepatan penanganan di lapangan.
“Sisa 217 hektare, khususnya di Kecamatan Turi dan Sugio, terus dikawal agar segera tuntas,” ujarnya.
Penanganan kekeringan di Lamongan melibatkan sejumlah instansi. Di antaranya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, serta pemerintah daerah Jawa Timur dan Kabupaten Lamongan.
Kementan menyatakan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus diperkuat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh lahan terdampak kekeringan dapat teraliri dalam waktu dekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....