Fahira Idris Dorong Investor Terlibat dalam 37 Proyek Strategis Jakarta

  • 29 Agt 2026 00:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Senator Fahira Idris mendorong investor domestik maupun investor global agar terlibat dalam Investment Festival (JIF) 2026.
  • Portofolio investasi tersebut menjadi peluang penting untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global.
  • Portofolio JIF 2026 mencakup sektor hunian dan perhotelan, komersial dan kawasan terpadu, Transit-Oriented Development (TOD), olahraga dan rekreasi, industri dan logistik, utilitas, transportasi, hingga pengembangan kawasan tepi air.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyambut positif langkah Pemprov DKI Jakarta menawarkan 37 proyek investasi strategis dengan nilai indikatif sekitar Rp115 triliun. Ia mendorong investor domestik maupun investor global agar terlibat melalui Jakarta Investment Festival (JIF) 2026.

Menurut Fahira, portofolio investasi tersebut menjadi peluang penting untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global. Sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.

"Saya mengapresiasi langkah Pemprov DKI membuka 37 proyek strategis ini kepada investor. Jakarta membutuhkan investasi berkualitas yang membawa modal sekaligus teknologi, keahlian, inovasi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat peningkatan kualitas kota," ujar Fahira di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.

Ia menilai keragaman proyek yang ditawarkan menunjukkan Jakarta tidak sekadar mencari tambahan modal untuk menggerakkan perekonomian. Lebih dari itu, proyek-proyek tersebut membuka ruang kemitraan untuk menjawab berbagai kebutuhan perkotaan.

Portofolio JIF 2026 mencakup sektor hunian dan perhotelan, komersial dan kawasan terpadu, Transit-Oriented Development (TOD), olahraga dan rekreasi, industri dan logistik, utilitas, transportasi, hingga pengembangan kawasan tepi air.

Fahira menyebut setidaknya ada lima alasan keterlibatan investor dalam proyek-proyek tersebut penting bagi masa depan Jakarta.

Pertama, mempercepat transformasi fisik dan pelayanan Jakarta sebagai kota global.

Menurut Fahira, proyek TOD, transportasi, hunian, pengelolaan air limbah, persampahan, kawasan komersial hingga ruang rekreasi menunjukkan investasi diarahkan untuk memperkuat berbagai fungsi utama kota. Namun, ia mengingatkan pembangunan infrastruktur harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup atau livability warga.

"Ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa nilai investasi yang masuk. Tetapi seberapa besar investasi tersebut membuat Jakarta semakin nyaman, terkoneksi, produktif, dan layak huni bagi warganya," katanya.

Kedua, memperluas sumber pembiayaan pembangunan Jakarta. Fahira mengatakan kebutuhan pembangunan kota sebesar Jakarta tidak mungkin hanya mengandalkan APBD.

Karena itu, kemitraan dengan investor melalui skema yang sehat dan akuntabel dapat membantu mempercepat pembangunan proyek strategis. Di sisi lain, kapasitas fiskal daerah dapat tetap difokuskan untuk sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai layanan dasar masyarakat.

Meski demikian, Fahira mengingatkan kemitraan investasi harus dibangun dengan tata kelola yang transparan, pembagian risiko yang proporsional, kepastian hukum. Serta manfaat publik yang jelas.

Ketiga, menciptakan pusat pertumbuhan baru dan efek berganda bagi ekonomi warga. Fahira menilai 37 proyek yang tersebar di berbagai kawasan Jakarta berpotensi menggerakkan sektor konstruksi, jasa, perdagangan, pariwisata, logistik, ekonomi kreatif, hingga berbagai rantai pasok.

Karena itu, ia mendorong agar realisasi investasi tidak berhenti pada masuknya modal. Tetapi juga membuka ruang yang luas bagi tenaga kerja lokal, UMKM, koperasi, pelaku ekonomi kreatif, dan pemasok lokal.

Keempat, mempercepat pengembangan kota berbasis transportasi dan konektivitas. Menurut Fahira, sejumlah proyek dalam portofolio JIF berkaitan dengan TOD, transportasi massal, dan kawasan mixed-use.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena masa depan Jakarta akan bergerak menuju kota yang lebih kompak, terhubung. Serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Pengembangan hunian, tempat kerja, pusat perdagangan, ruang publik, dan layanan kota di sekitar simpul transportasi, lanjut dia, dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat nilai ekonomi kawasan. Kelima, memperkuat kepercayaan dan daya saing Jakarta sebagai destinasi investasi global.

Fahira mengatakan kemampuan Jakarta menghadirkan portofolio proyek yang konkret dan mempertemukannya secara langsung dengan investor merupakan bagian penting dalam membangun kredibilitas kota. Investasi global saat ini, kata dia, semakin selektif.

Jakarta tidak cukup hanya menawarkan besarnya pasar, tetapi juga harus menghadirkan kepastian kebijakan, kemudahan berusaha, kualitas infrastruktur, talenta, keberlanjutan, tata kelola yang baik. Serta proyek yang layak secara ekonomi dan memberikan manfaat sosial.

"Jakarta sedang menuju usia lima abad dan memasuki era baru sebagai kota global. Kita membutuhkan investor yang bukan hanya melihat Jakarta sebagai pasar, tetapi sebagai mitra jangka panjang untuk membangun kota yang lebih maju, hijau, inklusif, dan berdaya saing," ujarnya.

Fahira menilai Jakarta memiliki modal kuat untuk menjaga kepercayaan investor. Aktivitas ekonomi yang tetap tumbuh, realisasi investasi yang terus bergerak, perkembangan infrastruktur transportasi. Serta besarnya pasar dan talenta menjadi sejumlah kekuatan yang dimiliki Jakarta.

Menurutnya, JIF 2026 harus dimanfaatkan untuk mengubah berbagai potensi tersebut menjadi realisasi investasi yang nyata.

Fahira berharap setelah tahap promosi dan market sounding, Pemprov DKI Jakarta memastikan tindak lanjut dilakukan secara cepat melalui pendampingan investor, kepastian proses perizinan, kesiapan proyek, transparansi skema kemitraan, serta penyelesaian berbagai hambatan investasi.

Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya tercermin dalam nilai proyek. Tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup warga Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....