Mentan: Indonesia Target Perluas Tujuan Ekspor Beras pada 2026
- 26 Agt 2026 21:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentan Amran Sulaiman mengatakan Indonesia menargetkan perluasan tujuan ekspor beras ke sejumlah negara pada 2026.
- Amran menyebut sejumlah negara yang menjadi sasaran ekspor beras Indonesia antara lain Timor Leste, Filipina, dan Papua Nugini.
- Kondisi tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya mampu mencapai swasembada beras, tetapi juga mulai memiliki kemampuan untuk mengekspor komoditas pangan.
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia menargetkan perluasan tujuan ekspor beras ke sejumlah negara pada 2026. Amran menyebut sejumlah negara yang menjadi sasaran ekspor beras Indonesia antara lain Timor Leste, Filipina, dan Papua Nugini.
"Tahun ini target kita ada ke beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor beras seperti Timor Leste, Filipina, dan Papua Nugini," ujar Amran di Lampung Tengah, Rabu 26 Agustus 2026. Menurutnya, Indonesia sebelumnya telah merealisasikan ekspor beras ke Malaysia sebanyak 1.000 ton pada tahun ini.
Amran mengatakan volume ekspor ke Malaysia berpotensi meningkat hingga 200.000 ton. Karena kebutuhan beras negara tersebut cukup besar.
"Ekspor kita kemarin yang telah dilaksanakan ke Malaysia itu sebanyak 1.000 ton, dan karena kebutuhan banyak, akan ada potensi bisa bertambah 200.000 ton. Karena total kebutuhan Malaysia itu sekitar 1 juta ton per tahun," katanya.
Selain Malaysia, pemerintah juga membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara lain, termasuk Timor Leste, Papua Nugini, Filipina, Palestina, dan Arab Saudi.."Ekspor ini juga akan ke Palestina, Saudi Arabia," ujar Amran.
Amran mengatakan rencana ekspor tersebut didukung oleh kondisi stok beras nasional yang saat ini mencapai 5,2 juta ton. Menurutnya, angka tersebut merupakan stok beras tertinggi sepanjang sejarah.
Untuk menampung stok tersebut, pemerintah bahkan telah menyewa gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 2 juta ton. "Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah dengan jumlah 5,2 juta ton, dan kita sudah menyewa gudang dengan kapasitas 2 juta ton karena kapasitas gudang hanya 3 juta ton," katanya.
Dengan kondisi stok yang melimpah, pemerintah tidak hanya menyiapkan ekspor, tetapi juga tetap menyalurkan beras kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program bantuan pangan.
Amran menyebut jumlah penerima bantuan pangan beras secara nasional mencapai 33,4 juta orang.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya mampu mencapai swasembada beras, tetapi juga mulai memiliki kemampuan untuk mengekspor komoditas pangan tersebut. "Kita patut bersyukur karena saat ini dalam kondisi tidak hanya swasembada tapi kita bisa ekspor beras," katanya.
Amran menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari petani hingga pemangku kepentingan yang terlibat dalam sektor pangan. "Ini merupakan bentuk kerja kolektif dari semua pihak dari petani hingga pihak terkait," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....