Brimob Gelar Senam 'Trauma Healing' untuk Pengungsi Gempa Manggarai

  • 26 Agt 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Satgas SAR Korps Brimob Polri menggelar senam sebagai trauma healing bagi pengungsi gempa Manggarai.
  • Sebanyak 10 personel mendampingi warga di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Reok.
  • Pendampingan diarahkan untuk menjaga kebugaran sekaligus membantu mengurangi beban psikologis masyarakat terdampak.

RRI.CO.ID, Manggarai – Satgas SAR Korps Brimob Polri menggelar senam pagi bagi warga terdampak gempa di Manggarai. Kegiatan tersebut menjadi bagian trauma healing untuk menjaga kebugaran sekaligus membangkitkan semangat pengungsi.

Danki Satgas AKP Roy Ronaldo Dansu mengatakan pendampingan dilakukan di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Reok. Sebanyak 10 personel Satgas SAR Korps Brimob mendampingi warga selama kegiatan berlangsung.

“Melalui senam pagi bersama, kami mengajak warga menjaga kesehatan, membangun semangat, dan saling menguatkan. Pemulihan bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga mengembalikan semangat masyarakat untuk bangkit,” ujar Roy dalam keterangannya, Rabu, 26 Agustus.

Senam bersama berlangsung selama satu jam dengan melibatkan masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Suasana kegiatan dibuat ringan agar warga dapat beraktivitas sekaligus melepas ketegangan setelah menghadapi bencana.

Menurut Roy, kegiatan trauma healing akan terus dilakukan menggunakan pendekatan humanis sesuai kebutuhan masyarakat. Pendampingan diharapkan mampu menciptakan suasana positif selama warga menjalani proses pemulihan pascagempa.

“Harapannya, kegiatan ini membantu warga tetap sehat dan bugar sekaligus mengurangi beban psikologis. Kami akan terus hadir dan mendampingi masyarakat selama proses pemulihan,” katanya.

Kegiatan tersebut melengkapi pendampingan psikologis yang sebelumnya telah dilakukan Satgas SAR Korps Brimob Polri. Posko Barangkolong menjadi salah satu lokasi pelayanan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.

Pendampingan tidak hanya diarahkan kepada kebutuhan warga setelah mengalami guncangan dan menjalani kehidupan di pengungsian. Interaksi bersama personel juga diharapkan membantu masyarakat kembali membangun rasa aman secara bertahap.

Selain trauma healing, Polri turut memberikan dukungan melalui evakuasi dan penyaluran bantuan selama penanganan bencana. Pelayanan tersebut berjalan bersama upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan.

Melalui senam pagi, pendekatan pemulihan dibuat lebih dekat dengan aktivitas sederhana yang dapat diikuti masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjaga kondisi fisik sekaligus membantu warga menghadapi tekanan psikologis pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....