Komdigi Luncurkan Garuda Spark Hub di Sepuluh Kota Indonesia
- 27 Agt 2026 00:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komdigi luncurkan GSIH yang berada di 10 daerah di indonesia
- Peluncuran ini dihadiri para peserta dari mahasiswa dan sejumlah pihak swasta yang terlibat dalam peluncuran ini
- Dengan diluncurkannya GSIH ini diharapkan muncul talenta tanah air yang sejajar dengan talenta dari mancanegara
- Kementerian komunikasi dan digital targetkan garuda spark berkembang hingga 500 titik
RRI.CO.ID, Tangerang Selatan - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) untuk menghubungkan sepuluh kota di Indonesia. Program inovasi tersebut membuka akses ekosistem teknologi bagi seluruh pelaku usaha rintisan di berbagai daerah.
Jaringan digital ini dirancang agar talenta lokal dapat bertemu investor serta mitra industri global. Pemerintah ingin memastikan manfaat transformasi digital dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di daerah.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meresmikan program tersebut pada Rabu, 26 Agustus 2026. Peluncuran sepuluh lokasi program inovasi itu berlangsung secara serentak di BSD City, Tangerang Selatan.
“Kita tidak boleh berhenti hanya di konektivitas. Kita harus memastikan keterhubungan itu tertranslasikan menjadi pertumbuhan atau connectivity become growth,” ujar Meutya.
Meutya menegaskan bahwa seluruh talenta daerah harus memiliki kesempatan yang sama untuk terus berkembang. Model pengembangan pusat inovasi teknologi nasional tersebut menerapkan konsep berjejaring bernama Hub and Spoke.
“Yang kita pastikan adalah daerah-daerah juga punya akses. Akses terhadap inovasi, akses terhadap talenta, akses terhadap investor, akses terhadap industri, dan tentunya akses terhadap pasar,” kata Meutya.
Sepuluh hub awal tersebar di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya. Kementerian menargetkan jaringan tersebut berkembang hingga mencapai 500 titik dengan tambahan 20 hub baru.
“Target kita tidak hanya angka tapi juga pemerataannya. Kita ingin memastikan anak-anak muda di daerah tidak harus selalu pergi ke pusat untuk mendapatkan akses terhadap ekosistem inovasi,” ucap Meutya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membangun kemandirian bangsa dalam transformasi digital nasional. Sekitar 68 persen penduduk Indonesia pada 2030 berada pada kelompok usia produktif 15 sampai 64 tahun.
“Kita ingin memiliki inovasi-inovasi yang juga bisa lahir dari tangan anak-anak muda di tanah air. Tujuan akhirnya cukup besar yaitu membuat Indonesia mandiri dalam transformasi digitalnya,” ujarnya.
Program inovasi berskala nasional ini juga secara terencana diarahkan menjadi gerbang global dua arah. Pelaksanaan program menggandeng Sinar Mas Land, Indosat Ooredoo Hutchison, Ericsson, serta Nongsa Digital Park.
Rifky, Mahasiswa Universitas Pamulang, turut menyampaikan apresiasi atas peresmian ruang inovasi teknologi tersebut. Kehadiran wadah ini dinilai mampu memperluas wawasan generasi muda mengenai perkembangan teknologi modern terkini.
"Sangat bangga sekali dengan adanya peluncuran ini, bisa menambah pengetahuan tentang teknologi modern yang saat ini dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital," ucap Rifky.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....