Kemkomdigi Tekankan Prinsip 3C dalam Pengembangan Industri Gim Nasional
- 09 Agt 2026 07:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemkomdigi menetapkan tiga prinsip utama (3C) dalam pengembangan industri gim nasional: Konektivitas, Kalisasi, dan Kompetensi.
- Staf Khusus Menkomdigi Alfreno Kautsar Ramadhan menyatakan ketiga prinsip tersebut tidak boleh terlepas dari program-program unggulan Kemkomdigi dalam transformasi digital.
- Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi panel Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri kreatif gim lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan, pengembangan industri gim nasional juga harus menjunjung tinggi prinsip 3C. Hal ini diungkapkan Staf Khusus (Stafsus) Menkomdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan, saat diskusi panel Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026.
Alfreno menuturkan 3C tersebut ialah, connectivity, catalyst, dan competency (Konektivitas, Kalisasi, dan Kompetensi). Ketiga prinsip tersebut diungkapkannya, tidak boleh terlepas dari program-program unggulan Kemkomdigi, khusunya dalam transformasi digital.
"Kita menjunjung tinggi 3C framework. Nah, game menjadi salah satu tempat di mana Kemkomdigi itu fokus di kompetensi, connectivity, dan catalyst," kata Alfreno dalam diskusi panel di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Ia lebih lanjut menuturkan, untuk connectivity, Kemkomdigi memiliki program fiberisasi, sebagai upaya mendukung keberlanjutan gim nasional. Hal ini dijelaskannya, berada dibawah Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (Ditjen Ekodigi).
"Kita mempunyai yang namanya program fiberisasi, ini cukup penting untuk pengembangan talenta. Karena apa? Connectivity menjadi backbone of digitalization (tulang punggung digitalisasi)," ujarnya.
Dari connectivity tersebut ditambahkan Stafsus Menkomdigi Bidang Kepemudaan dan Startup, dibutuhkan wadah sebagai katalisasi (catalyst). Alfreno menjelaskan, hal ini untuk mengembangkan industri gim nasional agar mampu berdaya saing.
"Garuda Spark yang hari ini teman-teman hadiri, ini tuh merupakan innovation hub yang bisa menjadi katalisnya teman-teman. Ketika teman-teman sudah aware bahwa kita mempunyai Garuda Spark, kita mempunyai satu tim yang khusus untuk industri game," kata Alfreno
Selanjutnya diungkapkan Alfreno, yakni Competency, sebagai pengembangan talenta digital Indonesia. Dalam hal ini diungkapkannya, Kemkomdigi memiliki sejumlah program strategis keberlanjutan pengembangan kapasitas talenta digital.
"Untuk inklusivitas juga, kita sering bekerja sama untuk talent development. Itu kita punya satu badan sendiri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....