Wujudkan Transformasi Digital, Kemkomdigi Bangun 2.000 Kampung Internet
- 09 Agt 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Komunikasi dan Digital telah berhasil membangun 2.000 Kampung Internet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
- Pembangunan Kampung Internet merupakan upaya konkret pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses internet ke seluruh nusantara.
- Inisiatif ini ditargetkan untuk menghubungkan desa-desa terpencil yang sebelumnya sama sekali belum memiliki akses ke jaringan internet.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), telah membangun 2.000 Kampung Internet, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Menkomdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan.
Ia menuturkan bahwa pembangunan Kampung Internet ini, menjadi langkah nyata pemerintah dalam pemerataan akses internet. Konektivitas ini dikatakannya, ditujukan untuk kampung ataupun desa-desa yang sama sekali belum tersambung ke jaringan internet.
"Kampung Internet hari ini sudah menyentuh kurang lebih 2.000 titik di seluruh Indonesia. Nah, kita menerbitkan konektivitas untuk desa-desa yang belum pernah punya fiber connectivity," kata Alfreno, saat diskusi panel Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026, di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dengan terkoneksinya 2.000 kampung atau desa tersebut, maka masyarakat akan secara mudah mengakses berbagai kebutuhan di ruang digital. Hal ini ditegaskan Stafsus Menkomdigi Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno, menjadi langkah Kemkomdigi menunjung tinggi prinsip transformasi digital.
Ia menuturkan bahwa dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital, haruslah berlandaskan pada prinsip 3C. Ketiga prinsip tersebut yakni Connectivity, Catalyst, dan Competency (konektivitas, katalisasi, dan kompetensi).
Melalui konektivitas tersebut, masyarakat dapat mengembangkan kompetensi (competency) digitalnya di kampung ataupun desa. Sehingga dari pengembangan kompetensi digital ini, akan terwujud katalisasi (wadah) sebagai ekosistem pemanfaatan teknologi digital.
"Mungkin teman-teman yang dulu perlu ke kelurahan-kelurahan, perlu ke kabupaten untuk mendapatkan internet connectivity yang oke untuk upload. Sekarang sudah bisa kita koneksikan di dalam desa-desa tersebut," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....