Posko Kesehatan Polri Layani 400 Warga Terdampak Gempa Nagekeo
- 25 Agt 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Posko Kesehatan Polri telah melayani sekitar 400 warga terdampak gempa di Nagekeo.
- Keluhan yang banyak ditemukan meliputi ISPA, gastritis, flu, dan batuk.
- Tim medis terus memberikan pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan selama masa pemulihan.
RRI.CO.ID, Nagekeo – Polri terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Melalui Posko Kesehatan Polri di Nagekeo, ratusan warga telah memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.
Ketua Tim Kesehatan Pusdokkes Polri Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi mengatakan sekitar 400 warga telah mendapat pelayanan. Keluhan yang ditemukan cukup beragam, mulai ISPA, gastritis, flu, hingga batuk.
“Sampai 24 Agustus, kurang lebih 400 warga sudah mendapatkan pelayanan kesehatan di posko. Kami melakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien,” ujar Ahmad Fauzi dalam keterangannya, Selasa, 25 Agustus 2026.
Setiap warga yang datang terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebelum mendapatkan pengobatan sesuai keluhan masing-masing. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan kesehatan masyarakat di lokasi pengungsian.
Menurut Ahmad Fauzi, sebagian besar warga menunjukkan kondisi membaik setelah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Tim medis tetap melakukan pemantauan karena sejumlah masyarakat masih membutuhkan pelayanan lanjutan.
“Alhamdulillah, sebagian besar keluhan yang dialami masyarakat sudah teratasi setelah mendapatkan pelayanan. Kami tetap memberikan pemeriksaan maupun pengobatan bagi warga yang membutuhkan,” katanya.
Keberadaan posko juga memastikan masyarakat tetap mempunyai akses kesehatan selama menjalani proses pemulihan pascabencana. Pelayanan diberikan langsung di lokasi agar warga tidak kesulitan memperoleh pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan.
Tim medis Polri turut berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait selama memberikan pelayanan kepada masyarakat. Koordinasi tersebut diperlukan agar kebutuhan obat, pemeriksaan, dan penanganan medis dapat terus tersedia.
Selain menangani keluhan yang muncul, petugas terus memperhatikan perkembangan kesehatan masyarakat selama berada di wilayah terdampak. Pemantauan menjadi penting karena kondisi pengungsian dapat memengaruhi kesehatan warga setelah gempa.
Ahmad Fauzi mengatakan pelayanan kesehatan akan tetap diberikan selama masyarakat terdampak masih membutuhkan bantuan medis. Kehadiran tenaga kesehatan diharapkan membantu warga menjalani masa pemulihan dengan kondisi semakin baik.
“Kami akan terus hadir selama masyarakat masih membutuhkan pelayanan kesehatan. Harapannya, masyarakat dapat melewati masa pemulihan dengan kondisi semakin sehat dan kuat,” ucapnya.
Pelayanan Posko Kesehatan Polri menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan selama penanganan gempa di Nagekeo. Selain pengobatan, keberadaan petugas turut memberikan rasa aman bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....