Indonesia-India Jajaki Kerja Sama Semikonduktor hingga Digital

  • 25 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza melakukan pertemuan dengan Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan India Jitin Prasada di Jaipur untuk menjajaki kerja sama industri strategis.
  • Ruang lingkup pembahasan kerja sama mencakup sektor semikonduktor, industri hijau, kendaraan listrik, dan transformasi industri digital antara Indonesia dan India.
  • Pertemuan tersebut berlangsung di sela penyelenggaraan 10th BRICS Industry Ministers' Meeting yang menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam forum multilateral.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza menjajaki kerja sama industri strategis Indonesia-India. Pembahasan mencakup semikonduktor, industri hijau, kendaraan listrik, hingga transformasi industri digital.

Faisol bertemu Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah India Jitin Prasada di Jaipur, India. Pertemuan tersebut berlangsung di sela penyelenggaraan 10th BRICS Industry Ministers' Meeting.

Faisol mengatakan Indonesia dan India memiliki struktur industri yang saling melengkapi serta pasar domestik yang besar. Kedua negara juga memiliki basis manufaktur yang kuat untuk mendukung pengembangan rantai pasok kawasan Indo-Pasifik.

“Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara. Sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan,” ujar Faisol dalam keterangannya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Pertemuan bilateral tersebut menjadi tindak lanjut atas semakin eratnya hubungan Indonesia dan India dalam beberapa tahun terakhir. Hubungan kedua negara mencakup perdagangan, investasi, kesehatan, farmasi, hilirisasi industri, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Nilai perdagangan Indonesia dan India pada 2025 mencapai USD23,16 miliar. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia sebesar USD18,32 miliar dan impor sebesar USD4,84 miliar.

Di sisi lain, ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Isu tersebut menjadi salah satu agenda utama pembahasan untuk memperluas akses pasar produk manufaktur Indonesia.

Pertemuan bilateral ini berlangsung pada saat Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS. Keanggotaan tersebut membuka ruang kolaborasi industri yang lebih luas dengan negara-negara anggota, termasuk India.

Pemerintah India menyambut baik usulan kerja sama konkret yang disampaikan Indonesia pada sejumlah sektor strategis. Bidang yang menjadi perhatian meliputi industri hijau, semikonduktor, dan industri agro.

Pihak India juga menyampaikan perhatian terhadap kebijakan pembatasan kuota impor sejumlah produknya ke Indonesia. Isu tersebut nantinya akan diteruskan oleh Indonesia kepada kementerian terkait.

Indonesia turut mengajak India memperluas kolaborasi di sektor semikonduktor. Industri tersebut berperan strategis sebagai penopang berbagai sektor prioritas, mulai dari elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga transformasi digital.

Transformasi industri digital juga menjadi bagian dari pembahasan kedua negara. Kolaborasi mencakup penerapan otomatisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), smart manufacturing, serta pengembangan data center.

Pertemuan bilateral tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama industri melalui investasi, pengembangan teknologi, dan perluasan rantai pasok manufaktur. Kemitraan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing industri kedua negara.

Kolaborasi Indonesia dan India memberikan ruang yang lebih besar bagi industri nasional untuk memasuki pasar global. Kerja sama tersebut sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra strategis India dalam pembangunan industri berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....