SHOW Token Bidik Pasar India untuk Film 'Ketok Mejik'

  • 10 Agt 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SHOW Token melihat peluang Ketok Mejik menembus pasar India karena genre komedi dan drama cukup diminati.
  • CEO SHOW Token Akshay Melwani menyebut sudah ada ketertarikan awal dari pasar India terhadap film tersebut.
  • SHOW Token ingin membawa IP dan film Indonesia ke pasar global melalui distribusi, dubbing, hingga peluang remake.

RRI.CO.ID, Jakarta - SHOW Token melihat peluang membawa film drama komedi Ketok Mejik ke pasar internasional, khususnya India. Ketertarikan tersebut muncul setelah CEO SHOW Token, Akshay Melwani menghadiri BRICS Creative Economy Conference di India pada 6-7 Agustus 2026.

Akshay mengatakan Ketok Mejik memiliki cerita yang kuat dengan unsur komedi dan drama yang dinilai dapat diterima penonton internasional. Ia juga melihat kesamaan budaya Indonesia dan India menjadi peluang untuk memperluas distribusi film tersebut.

Ketok Mejik story-nya juga bagus, moralnya juga bagus. Ini adalah film komedi, saya fans berat film komedi dan semua orang juga suka,” ujar Akshay kepada awak media, di XXI Epicentrum, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurutnya, film tersebut memiliki kekuatan lain melalui jajaran pemain yang terdiri dari komedian dan aktor. Kombinasi cerita serta penampilan para pemain dinilai dapat menjadi modal untuk memperkenalkan Ketok Mejik kepada pasar internasional.

Akshay menilai India menjadi salah satu pasar potensial karena genre komedi dan drama cukup diminati masyarakat setempat. Hal itu berbeda dengan Indonesia yang menurutnya memiliki basis penonton besar untuk film horor.

“Di India, drama, komedi, dokumenter itu punya pasar yang super besar. Horor banyak di Indonesia ya, tapi drama komedi punya pasar yang gede banget di sana (India),” katanya.

Selain kesamaan selera terhadap genre, Akshay melihat konsep yang hadir dalam kehidupan masyarakat India dapat membantu penonton memahami cerita film. Ia meyakini unsur komedi di dalam film juga masih bisa diterima oleh masyarakat setempat.

“Mereka juga ngerti jokes-jokes jahil, jokes-jokes yang lucu. Mereka juga ada konsep Ketok Mejik di sana, jadi ini adalah [peluang yang bagus untuk memasarkan film Ketok Mejik,” ujarnya.

Akshay mengungkapkan ketertarikan awal dari pasar India sudah terlihat setelah kunjungannya selama dua hari. “Baru dua hari di sana dan ada semacam ketertarikan, itu sinyal yang bagus ya,” kata Akshay.

Ia mengatakan peluang tersebut ingin dimanfaatkan untuk membalik arus distribusi film antara Indonesia dan India. Selama ini, karya India lebih banyak masuk ke Indonesia, sedangkan film Indonesia masih relatif sedikit menembus pasar India.

“Saat ini tujuan saya untuk membalikan itu. Kita mau bikin mereka beli Indonesia IP atau Indonesian remake menjadi film yang tayang di India,” ujarnya.

Meski demikian, Akshay menyadari masuk ke pasar bioskop India tidak mudah. Menurutnya, keberhasilan distribusi tetap bergantung pada genre dan kekuatan cerita yang mampu terhubung dengan karakteristik penonton setempat.

“India kalau mereka bisa relate dengan film Ketok Mejik, maka saya yakin kita bisa distribusi di sana. Kita memiliki banyak partner juga di India,” ucap Akshay.

SHOW Token sendiri terlibat sebagai Executive Producer dalam produksi Ketok Mejik bersama Haha Production. Film yang disutradarai Yogi S. Calam tersebut mengusung drama komedi dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Keterlibatan SHOW Token menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk memperluas ekosistem industri kreatif Indonesia. Melalui film Ketok Mejik, Akshay berharap karya lokal tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga mampu membawa cerita Indonesia ke panggung global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....