Kemendikdasmen Salurkan Santunan Rp305 Juta bagi Murid dan Guru di NTT

  • 25 Agt 2026 13:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendikdasmen menyalurkan santunan total Rp305 juta untuk guru dan murid yang menjadi korban gempa di Ngada dan Nagekeo, NTT.
  • Santunan duka cita sebesar Rp25 juta diberikan kepada empat korban meninggal dunia yang terdiri dari seorang guru dan tiga murid.
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan santunan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang terdampak bencana gempa.

RRI.CO.ID, Ngada - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan santunan senilai Rp305 juta kepada guru dan murid korban gempa di Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia serta guru dan murid yang mengalami luka akibat gempa.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, santunan tersebut diharapkan membantu meringankan beban keluarga terdampak bencana. Santunan duka sebesar Rp25 juta diberikan kepada empat korban meninggal, terdiri atas seorang guru dan tiga murid.

Sementara itu, Rp270 juta diberikan kepada guru yang mengalami luka dan Rp10 juta untuk murid yang terluka. Mendikdasmen menyerahkan bantuan tersebut saat mengunjungi SD Inpres Ngelapadhi, Kabupaten Ngada, Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen juga berdialog dengan murid dan guru untuk mengetahui kondisi mereka setelah gempa. Para murid menyambut kedatangan Mendikdasmen dengan menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman” bersama.

Mendikdasmen kemudian menanyakan cita-cita para murid dan memberikan semangat agar mereka tetap belajar serta berani bermimpi. “Terus semangat belajar, tidak menyerah, dan jangan takut untuk bercita-cita tinggi,” ujar Mu’ti.

Mendikdasmen mengapresiasi keteguhan para guru yang tetap menjalankan tugas dan mendampingi murid setelah bencana. “Bapak ibu sudah menjadi guru yang hebat, membangkitkan semangat dan mencerdaskan anak-anak kita,” ucap Mu’ti seraya memberikan apresiasi.

Sementara itu, salah seorang guru korban gempa, Maria Epivania Getrudis, menceritakan pengalaman saat gempa terjadi di rumahnya. Maria mengatakan, dirinya bersama keluarga langsung berlari menuju tempat terbuka setelah merasakan guncangan gempa.

“Kami langsung lari keluar. Sempat jatuh karena ada tangga, tetapi tetap lari sekitar 100 meter sampai ke tempat kosong,” kata Maria.

Maria mengaku masih mengalami trauma setelah kejadian tersebut dan terkadang waspada ketika merasakan getaran kecil. Ia pun mengapresiasi Mendikdasmen beserta jajaran yang memberikan dukungan moral bagi guru dan warga terdampak gempa.

"Bertemu langsung dengan Bapak Menteri merupakan suatu kebanggaan bagi kami yang berada di ujung timur ini. Trauma-trauma kami sebelumnya semakin terobati dengan kehadiran Bapak Menteri,” ujar Maria.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ngada Raymundus Bena turut mengapresiasi bantuan dan perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat terdampak gempa. Menurutnya, kehadiran Mendikdasmen memberikan dukungan bagi guru, murid, orang tua, dan kepala sekolah di wilayah terdampak.

"Atas nama masyarakat Kabupaten Ngada, para kepala sekolah, orang tua, murid, dan guru-guru, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak Menteri di tempat ini. Bapak Menteri hadir sekaligus memberikan dukungan,” kata Raymundus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....