Kemen PPPA Siapkan Pos SAPA untuk Perempuan-Anak Korban Gempa NTT

  • 24 Agt 2026 01:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pos SAPA menyediakan perlindungan, pendampingan, serta informasi layanan bagi perempuan dan anak.
  • Sebagian bantuan akan dibawa menuju NTT menggunakan pesawat Hercules.
  • Kemen PPPA memperkuat koordinasi lintas sektor agar kebutuhan kelompok rentan dapat terpenuhi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian PPPA menyiapkan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur. Pos SAPA akan memperkuat perlindungan, informasi, dan pendampingan bagi perempuan serta anak selama masa pemulihan.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan pos tersebut menjadi pusat layanan bagi kelompok rentan terdampak bencana. Layanan juga disiapkan bagi anak terpisah dari orang tua serta warga yang membutuhkan informasi khusus.

“Kalau ada anak yang terpisah dengan orang tuanya, kami akan membantu melalui Pos SAPA. Warga juga bisa mendapatkan informasi terkait layanan perempuan dan anak,” ujar Arifah saat sesi doorstop Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu, 23 Agustus 2026.

Pembentukan Pos SAPA dilakukan setelah pemerintah menerima laporan kebutuhan spesifik di tujuh kabupaten dan kota terdampak. Sebagian kebutuhan perempuan dan anak diketahui belum sepenuhnya terpenuhi setelah gempa melanda wilayah tersebut.

Arifah mengatakan pemerintah telah bergerak sejak gempa terjadi dengan mengirim kementerian dan lembaga menuju NTT. Namun, besarnya kebutuhan masyarakat membuat dukungan mitra pembangunan tetap diperlukan selama proses penanganan berlangsung.

“Memang belum bisa sepenuhnya dipenuhi karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam penanganan ini. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan para mitra pembangunan,” katanya.

Koordinasi dilakukan bersama Muslimat NU, Danone, Unilever, serta sejumlah dunia usaha dan organisasi masyarakat lainnya. Dukungan mereka diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan anak yang masih berada di wilayah terdampak.

Arifah mengatakan sekitar 30 ton bantuan telah terkumpul dari para mitra, meski pengirimannya dilakukan secara bertahap. Sebagian bantuan akan dibawa menggunakan pesawat Hercules menuju NTT bersama rombongan Kemen PPPA.

“Teman-teman dari mitra pembangunan ini mempunyai komitmen yang sangat luar biasa membantu masyarakat terdampak. Mereka punya empati, solidaritas, dan siap memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di NTT,” ucapnya.

Pengiriman bantuan turut difasilitasi BNPB agar dukungan para mitra dapat segera menjangkau masyarakat di wilayah terdampak. Kemen PPPA juga akan mempersiapkan Pos SAPA bersamaan dengan penyaluran bantuan tersebut.

Arifah menilai penanganan bencana harus melampaui sekat kementerian, lembaga, organisasi masyarakat, maupun perusahaan. Seluruh pihak perlu bergerak bersama agar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara lebih cepat dan merata.

Pos SAPA nantinya menjadi ruang perlindungan, informasi, dan pendampingan bagi perempuan serta anak terdampak gempa. Kehadirannya diharapkan memperkuat pemulihan kelompok rentan sekaligus membantu keluarga menjalani masa pemulihan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....