Dampak Asap Karhutla Riau, Presiden akan Tambahkan 700 Tabung Oksigen
- 25 Agt 2026 03:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi masyarakat dan petugas yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
- Pemerintah daerah memperkirakan membutuhkan sekitar 500 tabung oksigen untuk menangani dampak karhutla.
- Kapolda Riau Herry Heryawan mengonfirmasi bahwa posko kesehatan telah disiapkan di berbagai lokasi, dengan penyediaan oksigen di kantor kepolisian dan kelurahan untuk membantu korban kabut asap.
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memenuhi kebutuhan oksigen bagi masyarakat dan petugas yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Pemerintah daerah memperkirakan membutuhkan sekitar 500 tabung oksigen.
Kapolda Riau Herry Heryawan mengatakan pemerintah daerah dan aparat telah menyiapkan posko kesehatan di sejumlah wilayah terdampak. Oksigen juga disediakan di kantor kepolisian dan kelurahan untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak kabut asap.
Herry menyebut saat ini sekitar 30 tabung oksigen tersedia di wilayah Kerumutan. Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya juga telah menyiapkan tambahan 50 tabung.
Namun, kebutuhan diperkirakan lebih besar."Perlu bisa 500, Bapak," kata Herry saat ditanya Presiden mengenai kebutuhan oksigen saat rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju, Pekanbaru, Senin, 24 Agustus 2026.
Selain masyarakat, kebutuhan oksigen juga diperuntukkan bagi petugas pemadam yang bekerja di sekitar lokasi kebakaran. "Untuk masyarakat bisa datang untuk mendapatkan oksigen," kata Herry.
Presiden kemudian meminta agar kebutuhan tersebut segera dipenuhi. "Segera kirim 500," ujar Presiden Prabowo.
Penanganan dampak kesehatan menjadi bagian dari upaya pemerintah selain melakukan pemadaman karhutla. Pemerintah juga membagikan masker dan menyiapkan posko kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap.
Di kesempatan itu, Kapolda Riau juga melaporkan satu anggota Manggala Agni meninggal dunia pada tahun ini. Herry menjelaskan penyebabnya adalah kehabisan oksigen saat menjalankan tugas pemadaman.
Presiden kemudian meminta perlindungan terhadap masyarakat dan petugas menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di Riau. "Kalau perlu oksigen itu ditambah jadi 700, segera kirim ya," ucap Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....