Karhutla Riau Menurun, Penanganan di Kerumutan Diperkuat Lewat Udara
- 24 Agt 2026 07:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau secara umum menurun, tetapi pemadaman lahan gambut seluas 280 hektare lebih di Kerumutan telah berlangsung 26 hari.
- Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, BNPB, BPBD, dan Manggala Agni memperkuat pemadaman udara serta pembuatan sekat kanal dengan alat berat.
- Petugas mendirikan posko kesehatan untuk memeriksa paparan ISPA pada anak-anak, membagikan masker, serta memberikan bantuan trauma healing bagi warga.
RRI.CO.ID, Pelalawan - Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau secara keseluruhan mengalami penurunan. Kebakaran seluas 280 hektare lebih di Desa Kerumutan Kabupaten Pelalawan masih menjadi fokus utama pemadaman.
| Baca juga: Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla |
Operasi pemadaman lahan di wilayah tersebut telah berlangsung secara intensif selama 26 hari. Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Herry Heryawan menyampaikan laporan terkini mengenai perkembangan situasi penanganan.
“Secara keseluruhan di Provinsi Riau mengalami penurunan, dan saat ini yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Pelalawan, khususnya Desa Kerumutan. Sekitar 280 hektare lebih lahan terbakar, penanganannya sudah berlangsung 26 hari,” kata Herry dalam keterangan kepada RRI.co.id , Senin, 24 Agustus 2026.
Karakteristik tanah gambut di lokasi kejadian menyebabkan api bertahan lama di bawah permukaan tanah. Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai serta Manggala Agni dikerahkan secara terpadu.
“Karena Kerumutan merupakan lahan gambut, mau tidak mau kekuatan udara harus terus digunakan. Dukungan BNPB dan BPBD juga cukup masif, ini merupakan kerja bersama karena karhutla adalah persoalan kita semua,” ujar Herry.
Pemerintah daerah diminta menyiapkan alat berat guna membuat sekat kanal pembatas di sekitar area. Langkah teknis penyekatan lokasi dilakukan untuk mencegah rembetan api mendekati kawasan permukiman warga setempat.
“Alat berat harus disiapkan agar kita bisa membuat penyekatan sehingga kebakaran tidak berimbas ke perumahan-perumahan warga. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” ucap Herry.
Upaya mitigasi bencana telah dilaksanakan sejak masa prabencana melalui pembangunan embung air penampungan. Polda Riau bersama pihak pemerintah daerah juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan warga terdampak kepulan asap.
“Tidak cukup hanya memadamkan api, kita juga harus memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan. Kita melakukan pemeriksaan kesehatan, mengecek anak-anak yang terkena ISPA, membagikan masker dan memberikan trauma healing,” kata Herry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....