RRI Bentuk Satgas Pengembangan dan Penguatan Jurnalisme Berkualitas
- 24 Agt 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- RRI membentuk Satuan Tugas Pengembangan dan Penguatan Jurnalisme Berkualitas pada 21 Agustus 2026 sebagai respons terhadap disrupsi media dan disinformasi.
- Pembentukan satgas dihadiri oleh para pemimpin organisasi jurnalis terkemuka termasuk PWI, SMSI, dan AJI, menunjukkan komitmen kolaboratif industri media.
- Inisiatif ini merupakan langkah strategis RRI untuk memperkuat kualitas jurnalisme dan memerangi penyebaran informasi palsu di ruang publik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Disrupsi media dan maraknya disinformasi dalam ruang publik menjadi atensi para pegiat media, termasuk RRI (Radio Republik Indonesia). Karena itu, RRI membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan dan Penguatan Jurnalisme Berkualitas pada Jumat 21 Agustus 2026.
Pembentukan Satgas diawali dengan diskusi yang menghadirkan narasumber seperti Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Achmad Munir dan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus. Kemudian narasumber ketiga adalah Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bayu Wardhana, dan sekaligus dihadiri Direktur Utama RRI, I. Hendrasmo.
Diskusi tersebut diselenggarakan bersamaan dengan pembukaan kegiatan Trainer of Trainer Uji Kompetensi Wartawan Siber Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI. Sebanyak kurang lebih 20 wartawan senior RRI mengikuti diskusi ini.
Direktur Utama RRI, Hendrasmo, mengatakan forum tersebut adalah ruang untuk tukar pikiran bersama sejumlah tokoh media guna mengeksplorasi dan merespon disrupsi media yang juga dihadapi RRI. ”Kita harus terus memperbaiki dan mengevaluasi kemampuan diseminasi RRI yang saat ini sedang memperjuangkan kepercayaan publik, mendorong RRI agar terus relevan sekalipun menghadapi perubahan perilaku audiens, serta memperkuat dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Hendarsmo menambahkan hingga saat ini sekitar 1.200 wartawan dan penyiar RRI telah mengikuti uji kompetensi untuk meningkatkan standar profesionalisme. Para karyawan RRI juga mendapatkan serangkaian pelatihan baik daring maupun luring agar terus meningkatkan kompetensinya.
Achmad Munir mengatakan penguatan kompetensi jurnalistik harus terus dilakukan oleh RRI.”Perilaku audiens telah berubah, informasi makin cepat, maka risiko kesalahan semakin besar, karena itu kemampuan verifikasi dan pertimbangan editorial menjadi sangat penting” ujarnya.
RRI harus mamperkuat kemampuannya sebagai clearing house mengimbangi disinformasi, misinformasi, maupun malinformasi yang membanjir di ruang publik. Munir berpesan, agar RRI selalu menjaga akurasi beritanya.
Bayu Wardana, Sekjen AJI, berpandangan sebagai media publik RRI harus tetap memberikan ruang bagi kaum voiceless atau marjinal karena mereka adalah bagian dari publik, mandat yang selama ini dimiliki LPP RRI. Menurut dia, kepentingan publik tidak selalu sama dengan isu yang menarik perhatian banyak khalayak, tetapi bisa juga kebutuhan kelompok kecil yang marjinal.
Sedangkan Firdaus, Ketua SMSI, memberikan tawaran RRI untuk berkolaborasi dengan homeless media untuk memperkuat jangkauan diseminasi pembangunan. Firdaus juga mengingatkan pentingnya RRI mengangkat berita-berita lokal.
Setelah berbagai tantangan yang disampaikan para narasumber, RRI kemudian meresmikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan dan Penguatan Jurnalisme Berkualitas. Satgas ini akan memonitor, mengevaluasi dan meningkatkan kemampuan jurnalisme di internal RRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....