Program MBG Masuk Papua, 2.472 Dapur Disiapkan untuk Ratusan Ribu Anak
- 24 Agt 2026 11:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) menargetkan, pembangunan 2.472 dapur MBG di enam provinsi Tanah Papua.
- Ketua KEPPOKP, Velix V Wanggai mengatakan, pembangunan ribuan dapur MBG tersebut upaya mempercepat pelaksanaan program nasional di wilayah Papua.
- Sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan dalam pelaksanaannya. Mulai dari Kondisi geografis, akses transportasi, ketersediaan bahan pangan hingga pola distribusi
RRI.CO.ID, Jakarta - Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) menargetkan, pembangunan 2.472 dapur MBG di enam provinsi Tanah Papua. Program tersebut, diarahkan memperkuat pemenuhan gizi anak sekolah sekaligus mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya orang asli Papua (OAP).
Ketua KEPPOKP, Velix V Wanggai mengatakan, pembangunan ribuan dapur MBG tersebut upaya mempercepat pelaksanaan program nasional di wilayah Papua. Jumlah dapur yang dibutuhkan, cukup besar karena penerima manfaat program MBG di Tanah Papua mencapai ratusan ribu anak.
“Enam provinsi Tanah Papua di antaranya Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya. Cukup besar target dapur MBG yakni 2.472,” kata Velix dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, di Wamena, Papua, dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Velix menjelaskan, enam provinsi tersebut memiliki karakteristik wilayah yang berbeda-beda. Sehingga, pembangunan dapur MBG membutuhkan perencanaan dan koordinasi khusus.
"Sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan dalam pelaksanaannya. Mulai dari Kondisi geografis, akses transportasi, ketersediaan bahan pangan hingga pola distribusi," ucap Velix.
Velix mengatakan, KEPPOKP akan mendorong agar program MBG dapat berjalan secara maksimal di seluruh Tanah Papua. Papua Pegunungan, menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena tantangan geografis dan kebutuhan koordinasi pembangunan dapur MBG relatif besar.
“Kami dari KEPPOKP mendorong supaya program MBG dapat berjalan secara optimal di Tanah Papua. Khususnya Papua Pegunungan sehingga membantu pertumbuhan generasi muda daerah ini,” ujar Velix.
Menurut Velix, keberadaan KEPPOKP salah satunya diarahkan untuk memperkuat koordinasi agar program prioritas nasional dapat diterapkan secara efektif di Papua. Program MBG menjadi salah satu agenda yang ingin dipastikan pelaksanaannya dapat menjangkau masyarakat secara optimal.
Ia menilai, program MBG memiliki peran penting karena menyasar kebutuhan dasar anak-anak, yakni asupan makanan bergizi. Selain membantu pemenuhan gizi, program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap kualitas generasi muda Papua.
“Kami tahu dengan adanya program MBG dapat mengatasi masalah stunting atau pertumbuhan lambat. Menggerakkan putaran ekonomi lokal dan meningkatkan rantai bisnis pasok bagi dapur di Papua Pegunungan,” kata Velix.
Namun, pembangunan 2.472 dapur MBG tidak bisa dilakukan dengan pola yang sepenuhnya seragam seperti di wilayah lain. KEPPOKP menilai diperlukan pendekatan khusus agar program tersebut sesuai dengan karakteristik geografis, sosial, ekonomi dan kebutuhan masyarakat di Tanah Papua.
“Berbicara langkah-langkah percepatan maka harus ada strategi, waktu, regulasi, kekhususan wilayah, kekhususan pola pengelolaannya. Kekhususan harga, skema dengan mitra yang harus dibangun sehingga dapur MBG segera terbangun di seluruh Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan,” ucap Velix.
Ia menyebutkan, pendekatan tersebut sebagai “MBG rasa Papua”, yakni konsep pelaksanaan program yang tidak sekadar menyalin pola dari daerah lain. Program MBG di Papua, diharapkan dapat menyesuaikan kondisi lokal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak penerima manfaat.
"Sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. MBG rasa Papua, MBG yang kontekstual Papua sehingga penerapannya dapat berjalan secara optimal,” ujar Velix.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....