Menteri PPPA: Keselamatan Anak Jadi Prioritas di Pengungsian Bencana NTT

  • 24 Agt 2026 09:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta keselamatan dan kesehatan anak menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
  • Seorang balita meninggal di lokasi pengungsian korban gempa, mendorong perhatian khusus terhadap perlindungan anak dalam situasi darurat bencana.
  • Bayi dan balita adalah kelompok rentan yang memerlukan perlindungan khusus dan penanganan sensitif selama operasi bencana dan evakuasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi meminta keselamatan dan kesehatan anak menjadi prioritas dalam penanganan bencana di Nagekeo. Pernyataan itu disampaikan menyusul meninggalnya seorang balita di lokasi pengungsian korban gempa Nusa Tenggara Timur.

Arifah menyampaikan duka cita atas meninggalnya balita tersebut dalam bencana yang terjadi di wilayah terdampak. Ia mengingatkan bayi dan balita merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan khusus selama situasi darurat bencana.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang balita di pengungsian Kabupaten Nagekeo. Keselamatan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan anak harus menjadi perhatian dan prioritas bersama,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Arifah menyebut anak-anak pengungsi menghadapi risiko keterbatasan hunian layak, cuaca ekstrem, air bersih, sanitasi, dan makanan bergizi. Keterbatasan akses layanan kesehatan juga berpotensi memperburuk kondisi serta mengancam keselamatan dan kesehatan anak-anak terdampak bencana.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memastikan kondisi dan kebutuhan anak terdampak mendapat penanganan yang diperlukan. Berdasarkan informasi, balita tersebut tinggal di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, dan berada di Posko Pura Desa Tonggurambang,” ujar Arifah mengungkapkan.

Arifah menyampaikan UPTD PPA Nagekeo telah mengunjungi lokasi sehari sebelum kejadian dan menyalurkan bantuan, sementara layanan kesehatan tersedia bagi pengungsi. Ia menegaskan pemenuhan kesehatan anak tetap diprioritaskan melalui pemeriksaan, pemenuhan gizi, serta perlindungan dari hipotermia selama darurat.

“Kita (Kementerian PPPA) mendorong penguatan perlindungan anak di pengungsian untuk mencegah kekerasan, eksploitasi, serta penelantaran selama bencana. Pemerintah perlu menyediakan ruang aman, dukungan psikososial, serta mekanisme pengaduan dan rujukan bagi anak terdampak bencana,” kata Arifah menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....