Belajar dari Penjarahan Sibolga, BULOG Langsung Amankan Gudang di NTT
- 23 Agt 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BULOG belajar dari penjarahan gudang di Sibolga dan langsung memperkuat pengamanan gudang serta koordinasi setelah gempa NTT.
- Setiap cabang BULOG diminta mendistribusikan minimal 20 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng ke kabupaten/kota yang terdampak parah.
- BULOG berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk pengamanan, sekaligus menggandeng BNPB dan instansi terkait dalam distribusi logistik ke wilayah sulit dijangkau.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perum BULOG memperkuat pengamanan gudang dan distribusi logistik di Nusa Tenggara Timur setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan dengan belajar dari pengalaman penjarahan gudang BULOG di Sibolga saat bencana sebelumnya.
Hal ini disampaikan Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani. Ia mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan seluruh pimpinan gudang, cabang, dan wilayah BULOG di NTT setelah gempa terjadi.
“Kemarin belajar dari pengalaman di Sibolga. Yaitu BULOG Sibolga yang sempat kemarin dijarah,” ujar Ahmad di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurutnya, pada hari terjadinya gempa, BULOG langsung menggelar rapat daring dengan seluruh pimpinan gudang di NTT. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan sekaligus keamanan pasokan pangan di wilayah terdampak.
Pihaknya kemudian menginstruksikan setiap pimpinan cabang untuk mendistribusikan minimal 20 ton beras ke setiap kabupaten/kota yang terdampak parah. Selain itu, BULOG juga meminta penyaluran minimal 1.000 liter minyak goreng ke wilayah tersebut.
“Pengalaman kami itu sangat bermanfaat, karena yang di Sibolga itu tidak ada langkah tersebut. Alhamdulillah semua gudang kita aman terkendali,” katanya.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan logistik masyarakat dapat segera terpenuhi dan tidak terjadi kekosongan pasokan. Selain percepatan distribusi, BULOG juga meminta dukungan TNI dan Polri untuk pengamanan gudang serta distribusi logistik di lapangan.
“Memang kami perlu juga dukungan backup. Dari teman-teman TNI-Polri untuk perbantuan pengamanan dan lain sebagainya,” ucap Ahmad Rizal.
Pengamanan tersebut menjadi semakin penting karena sejumlah wilayah NTT mengalami kerusakan infrastruktur akibat gempa. Kondisi jalan yang rusak dan longsor membuat distribusi logistik menjadi lebih sulit dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
BULOG juga menggandeng BNPB dan sejumlah kementerian serta aparat di daerah. Tujuannya memastikan bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat terdampak, termasuk wilayah yang sulit diakses kendaraan roda empat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....