Kementerian PPPA Terjunkan Tim "Trauma" Healing untuk Anak-anak Terdampak Gempa NTT

  • 23 Agt 2026 17:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menerjunkan tim "trauma healing" bagi anak-anak terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menerjunkan tim trauma healing ke berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuannya untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak terdampak bencana gempa bumi selama berada di lokasi pengungsian.

Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, mengatakan pemulihan trauma anak-anak terdampak gempa dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait. Kolaborasi lintas lembaga tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan psikologis anak-anak selama masa tanggap darurat bencana.

“Teman-teman di Dinas sudah melakukan trauma healing untuk anak-anak terdampak bencana,” ujarnya, Minggu, 23 Agustus 2026 di Jakarta. “Ini karena mereka tampaknya sudah mulai jenuh berada di tenda pengungsian.”

Arifah mengungkapkan kegiatan trauma healing ini juga melibatkan Kementerian PPPA, Kementerian Sosial, dan BKKBN. “Kami bergerak bersama untuk membantu anak-anak korban gempa tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Arifah mengatakan pihaknya juga menyiapkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan anak terdampak gempa NTT. “Bantuan ini difokuskan memenuhi kebutuhan mendesak dan kebutuhan spesifik perempuan serta anak-anak terdampak gempa NTT,” ucapnya.

Rencananya, Menteri Arifah akan berangkat ke NTT pada Senin 23 Agustus 2026. “Kami menggunakan pesawat Hercules untuk menyalurkan bantuan kepada korban gempa,” ucapnya.

Menurut Arifah, penyaluran bantuan dilakukan dengan menggandeng sejumlah kementerian. Ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan perempuan dan anak yang belum terpenuhi dapat segera disalurkan.

Menteri menyatakan antusiasme berbagai pihak untuk memberikan bantuan sangat tinggi. “Karena responsnya luar biasa, kami harus mengganti dengan pesawat yang yang lebih besar,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....