BULOG Tak Langsung Kirim 67.446 Ton Beras ke NTT, Distribusi Disesuaikan Kebutuhan

  • 23 Agt 2026 15:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BULOG menyiapkan tambahan 67.446 ton beras untuk NTT yang akan dikirim secara bertahap sesuai kebutuhan di wilayah terdampak gempa.
  • Kapasitas gudang BULOG di NTT sekitar 50.400 ton, sehingga pasokan dari Jawa Timur, NTB, Sulsel, Sulbar, dan Jakarta digerakkan secara bertahap.
  • Total stok beras NTT diproyeksikan mencapai 93.782 ton, terdiri dari stok eksisting 26.336 ton dan tambahan pasokan 67.446 ton.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perum BULOG tidak langsung mengirim seluruh tambahan 67.446 ton beras ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasokan tersebut akan digerakkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana gempa bumi.

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, pasokan tersebut akan digerakkan secara bertahap sesuai kebutuhan di wilayah terdampak. “Movement yang kami laporkan totalnya lebih kurang 67 ribu, ini bergerak sesuai dengan kebutuhan,” katanya, di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.

Strategi tersebut diterapkan karena kapasitas gudang BULOG di NTT terbatas, yakni sekitar 50.400 ton. Pasokan beras berasal dari sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Jakarta.

Dengan demikian, pengiriman dilakukan ketika stok di wilayah terdampak mulai menipis. Ia mencontohkan wilayah yang paling terdampak, seperti Manggarai dan Ende.

Ketika stok berada di kisaran tiga perempat hingga setengah kapasitas, BULOG akan segera menggerakkan pasokan dari daerah terdekat. Jawa Timur dan NTB menjadi salah satu sumber pasokan yang akan didorong terlebih dahulu.

Sementara itu, pasokan dari Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat disesuaikan dengan kebutuhan. “Nanti yang dari DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan akan bergerak juga, sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ucapnya.

BULOG mencatat stok beras yang saat ini tersedia di NTT mencapai sekitar 26.336 ton. Selain itu, terdapat rencana tambahan pasokan sekitar 67.446 ton dari sejumlah wilayah.

Dengan kata lain, total stok yang diproyeksikan tersedia mencapai sekitar 93.782 ton. Tambahan tersebut berasal dari Jakarta sekitar 3.000 ton, Jawa Timur 20.646 ton, Sulawesi Selatan 8.850 ton, dan NTB 35.250 ton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....