Menteri PPPA kepada Mahasiswa: Jangan Takut Laporkan Kekerasan Seksual

  • 23 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan pentingnya keberanian mahasiswa melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual yang mereka saksikan, dengarkan, atau alami sendiri.
  • Pelaporan kekerasan seksual yang cepat dan berani dapat mempercepat proses pendampingan korban serta mencegah terjadinya kekerasan terhadap korban-korban lainnya.
  • Arifah Fauzi menyampaikan pesan ini dalam acara Penutupan Program Bimbingan Anak Kampus (PBAK) UIN Raden Mas Said tahun 2026 di Surakarta pada tanggal 23 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Surakarta – Para mahasiswa diminta untuk lebih berani melaporkan kekerasan seksual yang dilihat, didengar, atau dialami. Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, Mingu 23 Agustus 2026 di Surakarta, Jawa Tengah.

Menurut dia, keberanian melapor dapat mempercepat korban memperoleh pendampingan sekaligus mencegah munculnya korban berikutnya. “Jangan diam ketika kalian melihat, mendengar, atau mengalami kekerasan seksual, harus berani melaporkan,” ujarnya.

Menteri mengatakan mahasiswa berperan penting untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Sebagai calon pemimpin masa depan, lanjut dia, mahasiswa harus berani mencegah dan melaporkan setiap tindakan kekerasan seksual.



Arifah juga mengapresiasi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta yang memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. “Ini menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri pertama yang menerbitkan Buku Saku Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual bagi mahasiswa,” ucapnya.

Sebanyak 3.430 buku saku pencegahan kekerasan seksual dibagikan kepada mahasiswa baru UIN Raden Mas Said Surakarta. Hal ini mengantarkan UIN Raden Mas Said Surakarta meraih penghargaan Rekor MURI.

“Buku ini bukan sekadar dipegang, tetapi harus dipelajari agar mahasiswa memahami pencegahan kekerasan seksual,” kata Menteri. “Mahasiswa juga perlu saling mengingatkan pesan-pesan penting yang terdapat dalam buku tersebut.”

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Toto Suharto, mengatakan kampus terus memperkuat sistem perlindungan mahasiswa. Ini dilakukan melalui Satgas PPKS, Pusat Studi Gender dan Anak, serta layanan digital kampus.

“Melalui peningkatan literasi ini, seluruh mahasiswa diharapkan dapat melindungi diri dengan baik,” ujarnya. “Kami telah menyediakan aplikasi digital Silira sebagai kanal pengaduan resmi.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....