Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Terdampak Kekeringan akibat El Nino
- 23 Agt 2026 10:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU telah menangani 1.229 lokasi terdampak kekeringan akibat El Nino di berbagai wilayah Indonesia
- Penanganan menyelamatkan sekitar 41.252 hektare sawah dan melayani kebutuhan air bersih 616.033 jiwa
- Sebanyak 1.072 lokasi telah selesai ditangani, sementara 157 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menangani 1.229 lokasi terdampak kekeringan akibat El Nino kuat di berbagai wilayah Indonesia. Penanganan tersebut mencakup sektor pertanian, permukiman, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi fondasi penting menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Menurutnya, kepastian pasokan air terutama penting bagi sektor pertanian yang menghadapi dampak perubahan iklim.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” katanya dallam keterangan tertulis yang dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.
Dari total 1.229 lokasi, sebanyak 1.072 lokasi telah selesai ditangani hingga 21 Agustus 2026 lalu. Sementara, sebanyak 157 lokasi lainnya masih menjalani proses penanganan oleh Kementerian PU di berbagai daerah.
Penanganan tersebut juga telah menyelamatkan sekitar 41.252 hektare area sawah dan melayani kebutuhan air bersih 616.033 jiwa. Di sektor pertanian, berbagai langkah dilakukan untuk menjaga lahan sawah tetap produktif di tengah ancaman kekeringan.
Kementerian PU melakukan pemompaan air dari sungai menuju areal persawahan terdampak. Upaya lainnya meliputi normalisasi saluran irigasi, pembuatan saluran darurat, hingga optimalisasi jaringan air.
Dari 157 lokasi penanganan sawah, sebanyak 124 lokasi telah selesai ditangani hingga kini.
Pemompaan air dari sungai diterapkan pada 69 lokasi atau sekitar 43,9 persen penanganan pertanian.
Sementara itu, di kawasan permukiman, Kementerian PU memprioritaskan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dari 931 lokasi penanganan permukiman, sebanyak 811 lokasi telah selesai ditangani hingga kini.
Distribusi air bersih menjadi metode terbesar, diterapkan pada 902 lokasi atau sekitar 96,9 persen penanganan. Penanganan kekeringan juga mencakup 141 lokasi yang menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Sebanyak 137 lokasi karhutla juga telah selesai ditangani melalui upaya pemadaman titik api hingga kini. Kementerian PU terus mengerahkan sumber daya dan infrastruktur menghadapi dampak kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air masyarakat sekaligus melindungi produktivitas lahan pertanian. Upaya penanganan juga diarahkan mendukung sasaran utama PU 608 yang berorientasi pada manfaat masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....