Konferensi Meja Bundar: Ini Sejarah, Latar Belakang, hingga Hasilnya
- 23 Agt 2026 08:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Konferensi Meja Bundar berlangsung di Den Haag sejak 23 Agustus hingga 2 November 1949.
- KMB menghasilkan pengakuan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat dan penyerahan kedaulatan pada 27 Desember 1949.
- Persoalan Irian Barat belum selesai, sementara Indonesia mengambil alih utang Hindia Belanda sekitar 4,6 miliar gulden.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 23 Agustus menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah Indonesia mempertahankan kedaulatannya. Pada tanggal tersebut, Konferensi Meja Bundar mulai diselenggarakan di Den Haag, Belanda, pada 1949.
Konferensi tersebut menjadi bagian penting dari upaya menyelesaikan konflik panjang antara Indonesia dan Belanda. Perundingan akhirnya menghasilkan sejumlah kesepakatan mengenai pengakuan dan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia.
Mengutip situs resmi Ensiklopedia Sejarah Indonesia (ESI) Kemendikbudristek, berikut rangkuman sejarah hingga hasil Konferensi Meja Bundar.
Apa Itu Konferensi Meja Bundar?
Konferensi Meja Bundar atau KMB merupakan perundingan yang berlangsung di Den Haag, Belanda. Konferensi berlangsung sejak 23 Agustus hingga 2 November 1949.
KMB digelar untuk menyelesaikan konflik Indonesia dan Belanda terkait pengakuan kedaulatan Republik Indonesia. Dalam bahasa Belanda, konferensi ini disebut Nederlands-Indonesische Rondetafelconferentie.
Sementara dalam bahasa Inggris, KMB dikenal sebagai Dutch-Indonesian Round Table Conference. Pesertanya berasal dari Republik Indonesia, Belanda, dan Bijeenkomst voor Federaal Overleg atau BFO.
KMB menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian peristiwa yang mengakhiri Revolusi Indonesia. Periode tersebut berlangsung sejak 1945 hingga 1950 setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Sejarah dan Latar Belakang KMB
Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 melalui Soekarno dan Mohammad Hatta. Namun, Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia setelah berakhirnya pendudukan Jepang.
Situasi tersebut kemudian memicu konflik bersenjata dan perselisihan diplomatik antara Indonesia dengan Belanda. Berbagai perundingan dilakukan untuk mencari penyelesaian atas konflik kedua pihak.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian turut terlibat dalam penyelesaian konflik Indonesia dan Belanda. PBB mengeluarkan resolusi pada 28 Januari 1949 dan membentuk United Nations Commission for Indonesia.
UNCI kemudian terlibat dalam sejumlah pertemuan untuk mendorong penyelesaian konflik secara diplomatis. Dari proses tersebut, muncul kesepakatan untuk menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar di Den Haag.
Sebelum KMB, Indonesia dan Belanda telah menjalani sejumlah perundingan sepanjang 1949. Salah satunya menghasilkan Perjanjian Roem-Roijen pada 7 Mei 1949.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu tahapan menuju penyelenggaraan KMB. Konferensi kemudian difokuskan membahas penyerahan kekuasaan dan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia.
Hasil Konferensi Meja Bundar
KMB menghasilkan sejumlah kesepakatan penting mengenai hubungan Indonesia dan Belanda setelah konflik berkepanjangan. Salah satunya menyangkut pembentukan Republik Indonesia Serikat atau RIS.
Indonesia ditetapkan berbentuk negara federal yang terdiri atas sejumlah negara bagian. Wilayahnya mencakup bekas Hindia Belanda, kecuali Irian Barat yang belum diselesaikan.
Belanda juga mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat melalui hasil perundingan tersebut. Penyerahan kedaulatan kemudian dilaksanakan pada 27 Desember 1949.
Selain masalah politik, KMB menghasilkan kesepakatan mengenai kewajiban ekonomi Indonesia. Indonesia mengambil alih utang Hindia Belanda sekitar 4,6 miliar gulden.
Kesepakatan utang tersebut kemudian menimbulkan kritik karena dinilai membebani perekonomian Indonesia. Sejumlah hasil KMB juga belum sepenuhnya memenuhi keinginan pihak Indonesia.
Persoalan Irian Barat menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan dalam konferensi tersebut. Permasalahan wilayah itu kemudian berlanjut setelah penyerahan kedaulatan.
Konferensi Meja Bundar menjadi salah satu tonggak penting perjuangan diplomasi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan. KMB membuka jalan bagi pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.
Namun, hasil konferensi juga membawa perubahan bentuk negara dari kesatuan menjadi federal. Indonesia ketika itu kemudian berdiri dalam bentuk Republik Indonesia Serikat.
KMB turut menandai berakhirnya sebagian besar konflik Indonesia dan Belanda setelah kemerdekaan. Meski demikian, persoalan Irian Barat dan utang kolonial masih menjadi pekerjaan besar Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....