Ketua DPRK Puncak Apresiasi Hibah Gereja Bersejarah Yordan Kago I

  • 21 Agt 2026 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sukacita menyelimuti jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Yordan Kago I di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Harapan untuk menuntaskan pembangunan gereja akhirnya terpenuhi.

GKII memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Lembah Ilaga. GKII mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Puncak melalui bantuan hibah sebesar Rp2 miliar. Bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Puncak Elvis Tabuni kepada Panitia Pembangunan Gereja Yordan Kago I di halaman gereja, Kamis, 20 Agustus 2026.

Penyerahan bantuan turut disaksikan Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, Ketua II DPRK Puncak Negro Wanimbo. Adapula Ketua Komisi I DPRK Puncak Perius Denilson Wonda, Dandim 1717 Letkol Inf. Himawan Adi Susanto. Juga Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Puncak, serta para staf ahli bupati.

Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan rumah ibadah. Khususnya Gereja Yordan Kago I yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat di Lembah Ilaga.

“Puji Tuhan, kami memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Bupati dan Dinas Sosial. Gereja Yordan Kago I ini sangat bersejarah di Lembah Ilaga, sehingga sudah sepantasnya pemerintah memberikan dukungan agar pembangunannya segera tuntas,” kata Thomas.

Menurut Thomas, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Sekaligus mendukung percepatan pembangunan sarana ibadah di Kabupaten Puncak.

Ia berharap panitia pembangunan dapat mengelola dana hibah tersebut secara transparan. Selain itu juga harus bertanggung jawab, dan sesuai dengan peruntukannya.

“DPRK Puncak berharap panitia pembangunan dapat mengelola dan memanfaatkan anggaran tersebut secara maksimal, transparan. Dan bertanggung jawab agar rumah ibadah ini segera dapat digunakan secara utuh oleh jemaat,” ujarnya.

Thomas menambahkan, dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah juga sejalan dengan semangat Otonomi Khusus (Otsus). Dalam mendukung kehidupan keagamaan masyarakat Papua serta menjadi bagian dari pelaksanaan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Puncak.

Sementara itu, Bupati Puncak Elvis Tabuni mengatakan, bantuan Rp2 miliar tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah. Dalam mendukung pembangunan rumah ibadah dari berbagai denominasi gereja yang ada di Kabupaten Puncak.

Menurut Elvis, Gereja Yordan Kago I memiliki nilai sejarah mendalam bagi masyarakat Lembah Ilaga. Karena menjadi salah satu lokasi awal kedatangan dan pelayanan para misionaris di wilayah tersebut.

“Gereja Yordan Kago I merupakan salah satu tempat ibadah yang memiliki nilai sejarah mendalam. Lokasi ini merupakan tempat pertama kali para misionaris tiba dan menetap saat membawa pelayanan ke wilayah Ilaga,” kata Elvis.

Ia menjelaskan, pemerintah memberikan bantuan setelah melihat upaya jemaat yang secara mandiri dan bergotong royong. Untuk membangun gereja hingga tahap penutupan atap.

“Pemerintah melihat masyarakat sudah siap dan bangunannya sudah sampai tahap tutup atap. Karena itu, kami hadir untuk melengkapi kebutuhan yang masih kurang agar pembangunan dapat diselesaikan,” ujarnya.

"Pemerintah sifatnya memfasilitasi dan mendukung,” lanjut Elvis. Bantuan sebesar Rp2 miliar tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan diperuntukkan bagi penyelesaian pembangunan fisik Gereja Yordan Kago I.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Yordan Kago I, Melkias Tabuni, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Puncak, Ketua DPRK Puncak, dan pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan. “Puji Tuhan, hari ini kami mengucap syukur kepada Tuhan karena melalui Bapak Bupati, Ketua DPRK, dan Kepala Dinas Sosial, kami mendapatkan bantuan Rp2 miliar untuk melengkapi kekurangan pembangunan gereja kami,” kata Melkias.

Ia mengatakan, seluruh jemaat Yordan Kago I menyambut bantuan tersebut dengan penuh sukacita dan berharap pembangunan gereja dapat segera diselesaikan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Aser Tabuni, mengatakan penyaluran bantuan hibah keagamaan merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk mendukung pelayanan keagamaan masyarakat.

Menurut Aser, bantuan hibah diberikan melalui mekanisme yang transparan. Baik secara langsung maupun melalui transfer ke rekening lembaga keagamaan.

“Pemerintah daerah telah dan sedang menyalurkan berbagai bantuan hibah gereja secara transparan. Baik secara tunai langsung di hadapan publik maupun melalui transfer rekening bank lembaga keagamaan,” kata Aser.

Selain Gereja Yordan Kago I, Pemkab Puncak menyebut telah menyalurkan sejumlah bantuan hibah keagamaan lainnya. Diantaranya Gereja Kantor Wilayah Timika sebesar Rp3,5 miliar melalui transfer, peresmian Alkitab bahasa daerah Damal dan Amungme.

Yakni sebesar Rp1 miliar, Gereja KINGMI sebesar Rp2,5 miliar, serta Gereja Golingku sebesar Rp1 miliar melalui transfer. Pemkab Puncak juga menjadwalkan penyerahan bantuan untuk rehabilitasi gereja di Tanah Merah pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Pemerintah Kabupaten Puncak menegaskan dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Mencakup berbagai denominasi gereja, termasuk Kingmi, GKIP, GKI, Katolik, dan denominasi lainnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan sarana ibadah sekaligus memastikan masyarakat memiliki tempat ibadah yang layak. Untuk mendukung pelayanan keagamaan di Kabupaten Puncak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....