Festival Handai Indonesia, Menlu Sugiono Tekankan Kekuatan Diplomasi Bahasa
- 22 Agt 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengapresiasi Festival Handai Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menurut Sugiono, mempelajari Bahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tetapi juga memahami budaya masyarakat Indonesia.
“Belajar Bahasa Indonesia juga berarti belajar memahami budaya, cara berpikir. Kemudian, cara hidup masyarakat Indonesia,” ujar Sugiono dalam rekaman video dalam acara Fesvitval Handai Indonesia, Jumaty, 21 Agustus 2026.
Ia mengatakan, para penutur asing Bahasa Indonesia dapat menjadi sahabat Indonesia karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan budaya Indonesia. Saat ini, hampir 250 ribu penutur asing dari 62 negara tercatat pernah mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Sugiono berharap program tersebut terus diperluas sehingga dapat menjangkau lebih banyak penutur asing dari berbagai negara. Menurutnya, bahasa dapat memperkuat hubungan antarnegara melalui komunikasi langsung antarmasyarakat.
“Bahasa dapat memperkuat hubungan antarnegara melalui komunikasi langsung antarmasyarakat. Ini adalah tujuan utama diplomasi bahasa,” katanya.
Sugiono juga mengapresiasi para finalis, pengajar, penyelenggara Festival Handai Indonesia, serta diplomat negara sahabat yang turut mendukung pelestarian Bahasa Indonesia. " Saya percaya dengan semakin banyaknya handai di luar negeri, jembatan persabahatan akan semakin kokoh dan nama Indonesia akan semakin harum di dunia internasional," ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay mengatakan, kemampuan berbahasa Indonesia membuat interaksi dengan masyarakat menjadi lebih dekat. “Bagi kami, mempelajari Bahasa Indonesia bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memahami masyarakat, budaya, dan cara pandang Indonesia,” ujarnya.
Menurut Khamfeuang, penggunaan Bahasa Indonesia membantunya berinteraksi dengan masyarakat. Termasuk ketika berkomunikasi dengan pedagang di pasar.
Kemampuan tersebut juga memudahkannya memahami kearifan lokal, kekayaan budaya, dan tradisi masyarakat saat melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Khamfeuang menilai, persahabatan antarnegara tidak hanya dibangun melalui hubungan diplomatik, tetapi juga melalui sikap saling mengenal dan memahami.
Ia berharap Kelas Bahasa Indonesia bagi diplomat terus dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak diplomat negara sahabat. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pembelajaran bahasa, tetapi juga menjadi ruang membangun persahabatan Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....