Empat Harapan Mendikdasmen kepada Handai Indonesia

  • 21 Agt 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan empat harapan kepada Handai Indonesia untuk memperkuat diplomasi bahasa Indonesia di dunia.
  • Handai Indonesia diharapkan menjadi penghubung persahabatan sekaligus memperkuat penggunaan bahasa Indonesia dalam kesempatan resmi maupun kehidupan sehari-hari.
  • Jejaring pembelajar bahasa Indonesia di berbagai negara perlu terus dipelihara sebagai ikatan persahabatan yang kuat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan empat harapan kepada para Handai Indonesia. Mereka diharapkan menjadi penghubung persahabatan sekaligus memperkuat diplomasi bahasa Indonesia di dunia.

Pertama, Mu'ti berharap jejaring pembelajar bahasa Indonesia di berbagai negara terus dipelihara sebagai ikatan persahabatan. Kedua, bahasa Indonesia diharapkan semakin sering digunakan dalam kesempatan resmi maupun kehidupan sehari-hari.

“Bahasa Indonesia diharapkan semakin sering digunakan. Baik dalam kesempatan resmi maupun dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mu'ti dalam acara Puncak Apresiasi Handai Indonesia di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Ketiga, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) diharapkan terus dikembangkan di negara dan lembaga masing-masing. Pengembangannya dapat dilakukan sebagai mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, maupun hobi.

Keempat, para Handai Indonesia diharapkan menjadi penghubung dua arah antara Indonesia dan negara masing-masing. Selain itu, mereka dapat membawa Indonesia ke negara asal sekaligus memperkenalkan budaya negaranya kepada masyarakat Indonesia.

“Persahabatan sejati adalah persahabatan yang saling memberi dan saling menerima. Kemudian saling mengenal dan saling menghargai,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan bahasa Indonesia secara global bukan sekadar memperluas penggunaan bahasa. Upaya tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat dunia untuk mengenal Indonesia secara lebih dekat.

Ia menilai bahasa dapat menjadi sarana membangun saling pengertian dan memperkuat kerja sama antarnegara. Bahasa juga dapat berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dan kemakmuran bersama.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan, Festival Handai Indonesia menjadi ruang apresiasi bagi warga negara asing. Mereka, lanjut Hafidz, merupakan pembelajar yang mampu berbahasa Indonesia sekaligus memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia.

“Festival Handai Indonesia adalah ajang apresiasi bagi para Handai Indonesia yang mampu berbahasa Indonesia. Sekaligus memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia,” kata Hafidz.

Hafidz menjelaskan Festival Handai Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020. Tahun ini, festival menghadirkan lima kategori lomba, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.

Penilaian dilakukan secara berjenjang melalui penyisihan dengan pengiriman karya secara daring. Selanjutnya, peserta terpilih mengikuti babak final melalui penampilan langsung di Jakarta.

Hafidz menyebut sebanyak 542 peserta dari 79 negara mendaftarkan diri dalam festival tersebut. Dari hasil penilaian dewan juri, terpilih 25 finalis yang berasal dari 21 negara.

Menurut Hafidz, jumlah negara peserta festival melampaui jumlah negara yang telah menyelenggarakan program BIPA. Saat ini, program BIPA telah diselenggarakan di 62 negara.

“Hal ini menunjukkan tingkat peminat terhadap Bahasa Indonesia semakin besar. Bahan tersebar di seluruh benua,” ujarnya.

Melalui Festival Handai Indonesia 2026, Kemendikdasmen memberikan penghargaan kepada peserta terbaik pertama, kedua, dan ketiga dari lima kategori lomba. Apresiasi juga diberikan kepada perwakilan tim pengajar dan peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat.

Hafidz mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penginternasionalan bahasa Indonesia. Dukungan tersebut mencakup kedutaan besar negara sahabat, lembaga penyelenggara BIPA, APPBIPA, pengajar, serta pemangku kepentingan terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....