Kemendikdasmen Targetkan Bahasa Indonesia Jadi Bahasa PBB pada 2045
- 22 Agt 2026 07:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen menargetkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2045 yang bertepatan dengan momentum 100 tahun kemerdekaan Indonesia.
- Target ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional dan memperkuat posisi diplomasi kebahasaan Indonesia di tingkat dunia.
- Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin menyampaikan komitmen ini pada acara Puncak Apresiasi Handai Indonesia di Jakarta pada 21 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2045. Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional sekaligus memperkuat diplomasi kebahasaan Indonesia di dunia.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan, target tersebut sejalan dengan momentum 100 tahun kemerdekaan Indonesia. “Pada 2045 saat Indonesia Emas, 100 tahun Indonesia merdeka, Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa internasional di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Hafidz dalam acara Puncak Apresiasi Handai Indonesia di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, peningkatan minat masyarakat dunia mempelajari Bahasa Indonesia menjadi modal penting untuk mencapai target tersebut. Bahkan, saat ini, lanjut Hafidz, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) telah diselenggarakan di 62 negara dengan peserta dari berbagai latar belakang.
Hafidz mengatakan, program BIPA juga menyasar para diplomat negara sahabat dan perwakilan organisasi internasional yang berkedudukan di Jakarta. “Bahasa Indonesia setelah menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO diharapkan semakin berkembang dan menjadi salah satu alat diplomasi Indonesia,” katanya.
Kelas BIPA bagi diplomat tahun ini diikuti 181 peserta dari 67 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional. Program tersebut berlangsung secara luring dan daring dengan pilihan pembelajaran selama 50 jam dan 100 jam.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 peserta menuntaskan program 50 jam, sedangkan 42 peserta menyelesaikan program 100 jam. Hafidz berharap program BIPA terus memperluas penggunaan Bahasa Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia melalui para diplomat yang bertugas di Tanah Air.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan, penguatan bahasa Indonesia di luar negeri diharapkan tidak berhenti pada kemampuan berbahasa. "Melalui forum ini tentu kami berharap agar bahasa Indonesia yang setelah menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO dapat semakin berkembang dan menjadi salah satu alat diplomasi bagi Indonesia," kata Mu'ti.
Menurutnya, kemampuan masyarakat dari berbagai negara menggunakan bahasa Indonesia menunjukkan potensi bahasa tersebut sebagai sarana membangun persahabatan antarbangsa. Handai Indonesia 2026 sendiri diikuti ratusan peserta dari 20 negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....