Sabang Merauke Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara
- 21 Agt 2026 18:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pagelaran sabang merauke menampilkan Hikayat Srikandi Nusantara
- 387 penari berpartisipasi dalam pagelaran tarian kolosal ini
- Beragam tarian dari sabang hingga merauke ditampilkan dengan apik dengan iringan orkestra dan penampilan sejumlah artis
- Penonton yang datang sangat terhibur dan kagum dengan penampilan penari
RRI.CO.ID, Jakarta - Kekayaan budaya Nusantara kembali hadir melalui pagelaran Sabang Merauke bertajuk “Hikayat Srikandi Nusantara”. Pagelaran ini digelar di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Pagelaran tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Agustus 2026. Sebanyak 387 penari dari berbagai daerah tampil membawakan beragam tarian tradisional Indonesia.
Sejumlah tarian yang ditampilkan antara lain Tari Saman dari Aceh, Tari Gending Sriwijaya, serta berbagai tarian daerah lainnya. “Hikayat Srikandi Nusantara” menjadi representasi semangat, ketangguhan, dan daya hidup perempuan Nusantara dalam beragam kisah dan rupa.
Head Marketing Sabang Merauke, Arief, mengatakan para penari telah menjalani latihan selama tiga bulan di Yogyakarta. “Para penari ini juga mengikuti audisi, seperti dari Kalimantan,” ujar Arief kepada RRI.
Arief menambahkan, sejumlah artis turut ambil bagian dalam pagelaran tersebut, di antaranya Raisa dan Yura Yunita. Selain tarian, pertunjukan ini juga memadukan unsur budaya dengan musik orkestra.
Kolaborasi tersebut semakin memperkuat kemasan pertunjukan yang menampilkan kekayaan seni Nusantara. Sementara itu, salah seorang penari asal Papua Tengah, Jamaluddin Al Afgani atau akrab disapa Gani, mengaku bangga terpilih mengikuti pagelaran tersebut.
Ia mengatakan, dirinya mengikuti proses audisi selama sepekan di Jakarta sebelum akhirnya terpilih menjadi bagian dari pertunjukan. “Bangga sekali bisa terpilih dan bisa pentas di panggung sebesar ini,” ujar Gani kepada RRI
Menurut Gani, persiapan untuk tampil dalam pagelaran tersebut telah dilakukan dengan baik. Ia berharap keberadaan pertunjukan ini turut menjaga kelestarian tarian tradisional Indonesia.
“Dengan adanya acara ini, khususnya tarian tradisional dari berbagai daerah, khususnya Papua, jangan sampai hilang,” katanya. Sementara itu, penari asal Aceh, Monalisa, mengaku senang dapat tampil membawakan tarian daerah asalnya dalam pagelaran tersebut.
Ia mengatakan, persiapan dilakukan cukup lama, termasuk menjalani karantina dan latihan selama tiga bulan. “Selama tiga bulan dikarantina dan berlatih agar pada saat pentas bisa berjalan lancar,” ujar Monalisa.
Dari pantauan RRI, para penonton terlihat antusias menyaksikan pertunjukan yang berlangsung spektakuler. Tata cahaya yang apik turut memperkuat penampilan para penari dan seniman yang terlibat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....