Menkeu Desak Usut Asal-Usul Penyundupan Emas di Bandara Soetta
- 14 Agt 2026 03:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Budhi Sadewa mendesak asal-usul penyelundupan emas melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta diusut tuntas
- Alhasil, Bea Cukai Soekarno-Hatta menyita 23,793 kilogram emas dengan perkiraan nilai pasar mencapai Rp 63 miliar dari dua hasil penindakan
RRI.CO.ID, Tangerang - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Budhi Sadewa mendesak asal-usul penyelundupan emas melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta diusut tuntas. Alhasil, Bea Cukai Soekarno-Hatta menyita 23,793 kilogram emas dengan perkiraan nilai pasar mencapai Rp 63 miliar dari dua hasil penindakan.
Menteri Purbaya menekankan pengawasan kepabeanan saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan fisik semata. Perlunya penggabungan teknologi, analisis risiko serta pemanfaatan data penumpang untuk memperkuat pengawasan dilapangan.
Dia menegaskan setiap temuan penyelundupan harus dikembangkan secara mendalam guna mengungkap aktor-aktor lain yang terlibat di belakangnya. "Tidak berhenti pada siapa yang membawa barang, tetapi juga dari mana barang berasal, kepada siapa akan diserahkan, dan siapa saja yang akan terlibat," ujar Menkeu, Kamis 13 Agustus 2026.
Guna melakukan pengembangan perkara dan menelusuri asal-usul logam mulia tersebut, Bea Cukai bersinergi dengan Bareskrim Polri-Gakkum Kementerian ESDM. "Mohon Bareskrim Polri dan Dirjen Gakum ESDM membantu mengusut tuntas," ucapnya.
Dirjen Gakum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae mengaku pihaknya akan memberikan dukungan karena sudah menjadi kewenangan yang dalam menegakan hukum. "Kami juga akan memitigasi dari aspek penegakan hukum terkait penyelundupan emas ilegal ini sampai ke hilir," kata Rilke
Dia juga menyatakan emas yang diselundupkan susah pasti ilegal. Maka, sumbernyapun dapat dipastikan ilegal.
"Kementerian ESDM dalan kaitannya sebagai administrator. Artinya pengendalian perizinan dan Tata kelola sumber daya alam ini akan mencoba untuk memperdalam apa yang menjadi sumber masalah," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....