Bantuan Pangan Dirasakan Topang Warga NTT Pascagempa

  • 21 Agt 2026 11:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bantuan pangan pemerintah menopang kebutuhan warga terdampak gempa NTT selama masa pemulihan
  • Pemerintah memastikan stok beras mencukupi kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak
  • Total bantuan pangan reguler dan penanganan bencana di NTT mencapai 26.440,4 ton
  • Bantuan pangan untuk lima kabupaten terdampak gempa mencapai 6.673,2 ton
  • Pemerintah memastikan penyaluran bantuan terus ditambah sesuai kebutuhan warga di lapangan

RRI.CO.ID, Manggarai - Bantuan pangan pemerintah menopang kebutuhan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur selama masa pemulihan. Penyaluran dilakukan Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman di Manggarai, Rabu 19 Agustus 2026.

Salah satu penerima bantuan adalah Daniel, guru Sekolah Luar Biasa di Labuan Bajo. Ia masih tidur di bawah tenda setelah bangunan tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat gempa.

“Selama dua-tiga malam terakhir, kami mengungsi di depan tempat tinggal kami di bawah tenda,” ujar Daniel.

Gempa membuat plafon bangunan jebol, sejumlah tembok retak, dan kaca jendela pecah. Bangunan tersebut juga dihuni sejumlah penyandang disabilitas.

Daniel mengatakan bantuan pangan menjadi dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi belum pulih. Ia berharap pemerintah memperhatikan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk penyandang disabilitas.

“Harapannya, dukungan yang telah disampaikan kepada kami dapat mengurangi sedikit beban kami, stres kami, daripada bencana yang telah terjadi,” katanya.

Ia berharap masyarakat terdampak dapat memperoleh dukungan sesuai kebutuhan. Termasuk penyandang disabilitas agar dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

Cerita serupa disampaikan Ahmad, warga Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Ia mengalami langsung guncangan kuat ketika hendak masuk rumah setelah menyiram tanaman.

Ahmad memilih tetap berada di luar karena khawatir rumahnya roboh. Sementara itu, anggota keluarganya berlari keluar sambil membawa cucunya.

“Goyang-goyangnya luar biasa. Naik ke atas, ke bawah, ke atas, ke bawah,” tutur Ahmad.

Gempa menyebabkan bagian dapur rumah Ahmad mengalami kerusakan. Rumah sejumlah tetangganya juga terdampak akibat guncangan tersebut.

Ahmad berharap bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat secara merata. Menurutnya, penyaluran yang merata penting agar tidak menimbulkan kekecewaan.

“Harapan kami supaya merata, jadi tidak ada yang merasa kecewa dari pembagian ini,” ujarnya.

Secara keseluruhan, bantuan pangan reguler dan penanganan bencana di NTT mencapai 26.440,4 ton. Nilai bantuan tersebut mencapai Rp370,2 miliar.

Bantuan pangan reguler periode Juli-September dialokasikan kepada 861.510 Penerima Bantuan Pangan. Total bantuan tersebut mencapai 25.579 ton dengan nilai Rp358,1 miliar.

Sementara bantuan pangan untuk penanganan bencana alam mencapai 861,5 ton. Nilai bantuan tersebut mencapai Rp12,1 miliar.

Khusus lima kabupaten terdampak gempa, bantuan pangan mencapai 6.673,2 ton. Bantuan tersebut bernilai Rp93,5 miliar untuk Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.

Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah bergerak cepat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Langkah tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Yang jelas, tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh,” kata Amran.

Amran mengatakan pemerintah memiliki cadangan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Di NTT, stok beras yang tersedia mencapai sekitar 39.000 ton.

Sementara kebutuhan beras bagi sekitar 34.600 pengungsi diperkirakan mencapai 300 ton per bulan. Karena itu, Amran memastikan kebutuhan beras masyarakat terdampak tidak akan kekurangan.

“Intinya tidak akan kekurangan beras. Kalau beras, tanggung jawab saya,” ujarnya.

Amran meminta penyaluran bantuan tidak menunggu proses administrasi pusat apabila kebutuhan warga sudah mendesak. Posko dan tim Bapanas di daerah diminta memastikan distribusi sesuai kebutuhan.

“Kapan saja butuh, enggak masalah. Jadi jangan menunggu bulan. Tiba-tiba sudah habis,” kata Amran.

Hingga kini, pemerintah telah mengirim sekitar 6.000 ton beras untuk masyarakat terdampak bencana di NTT. Khusus Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 ton beras disalurkan Kamis 20 Agustus 2026.

Penyaluran tersebut akan terus ditambah sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Pemerintah memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia selama proses pemulihan pascagempa.

Bagi warga seperti Daniel dan Ahmad, bantuan pangan menjadi bagian penting dalam melewati masa pemulihan. Mereka berharap dukungan pemerintah membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara layak.

“Semoga teman-teman disabilitas atau teman-teman yang mengalami dampak ini bisa mendapatkan kembali kehidupannya yang layak sebagaimana mestinya,” kata Daniel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....