Sejumlah Destinasi Wisata Flores Ditutup sementara Pascagempa
- 18 Agt 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara pascagempa bumi magnitudo 7,7
- Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan serta pemeriksaan kelayakan infrastruktur
- Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan sejumlah destinasi masih membutuhkan pemeriksaan dan pemulihan sebelum kembali dibuka
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara pascagempa bumi magnitudo 7,7. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan serta pemeriksaan kelayakan infrastruktur.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan sejumlah destinasi masih membutuhkan pemeriksaan dan pemulihan sebelum kembali dibuka. “Beberapa tempat wisata saat ini masih ditutup untuk sementara, seperti Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende,” kata Berton, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Berton, otoritas pariwisata daerah akan memperbarui informasi mengenai pembukaan kembali destinasi tersebut. Pembukaan dilakukan setelah proses penanganan dan verifikasi keamanan oleh petugas di lapangan selesai.
Sementara itu, aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya tetap berjalan normal. Kawasan tersebut masih dapat dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berdasarkan pendataan BNPB, delapan objek daya tarik wisata mengalami kerusakan ringan. Pada sektor akomodasi, dua hotel dan tiga homestay tercatat mengalami kerusakan berat.
Selain itu, sebanyak 10 hotel dan lima homestay mengalami kerusakan ringan. Kerusakan fasilitas pariwisata tersebut tersebar di sejumlah kabupaten terdampak gempa.
“Memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kelayakan infrastruktur pariwisata adalah prioritas,” ujarnya.
BNPB juga mencatat lebih dari 5.000 warga mengungsi secara mandiri maupun berada di posko pengungsian. Sebagian warga mengungsi karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat gempa.
Hasil pendataan sementara mencatat 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas publik, meliputi 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintahan.
Hingga Senin (17/8), BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia akibat gempa. Korban berasal dari Kabupaten Manggarai 26 orang, Manggarai Timur 24 orang, Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, Manggarai Barat dua orang, serta Ngada dua orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....