Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami, Ini Langkah Antisipasinya
- 18 Agt 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di wilayah pertemuan lempeng tektonik sehingga memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.
- Gempa bumi terjadi ketika permukaan bumi bergetar akibat pelepasan energi dari pergerakan lempeng bumi yang saling bergesekan melampaui kekuatan kerak bumi.
- Tidak semua gempa bumi memicu tsunami, menunjukkan bahwa kedua fenomena alam ini saling berkaitan namun memiliki mekanisme dan syarat terjadinya yang berbeda.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagai negara kepulauan yang berada di wilayah pertemuan lempeng, Indonesia memiliki risiko gempa dan tsunami. Meski keduanya dapat berkaitan, tidak semua gempa bumi memicu tsunami.
Melansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi saat permukaan bumi bergetar akibat pelepasan energi. Fenomena ini umumnya disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi yang saling bergesekan hingga melampaui kekuatan kerak bumi.
Sebagai negara kepulauan yang berada di wilayah pertemuan lempeng, Indonesia memiliki risiko gempa dan tsunami. Meski keduanya dapat berkaitan, tidak semua gempa bumi memicu tsunami.
Intensitas gempa dapat dinyatakan menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang memiliki 12 tingkatan. Skala ini menggambarkan dampak dan getaran gempa yang dirasakan di suatu wilayah.
Sebagai langkah antisipasi gempa, masyarakat dapat menyiapkan tas darurat dan memastikan perabot berat tidak mudah roboh. Kemudian saat gempa terjadi, segera cari tempat berlindung seperti di bawah perabot yang kokoh, dan melindungi kepala hingga guncangan berhenti.
Melansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, tsunami merupakan gelombang air laut besar, biasanya disebabkan oleh pergeseran lempeng. Selain itu, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga jatuhnya meteor juga dapat menyebabkan tsunami.
Indonesia pernah mengalami tsunami dahsyat pada 2004 setelah gempa berkekuatan 8,9 skala Richter mengguncang wilayah Aceh. Peristiwa yang memakan banyak korban itu merupakan salah satu contoh dampak kerusakan dari kombinasi gempa dan tsunami.
Tsunami sendiri terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan jarak dan waktu kedatangannya, yaitu tsunami jarak dekat, menengah, dan jauh. Tsunami jarak dekat bisa mencapai daratan hanya dalam 30 menit setelah gempa, sehingga sangat berbahaya bagi warga pesisir.
Tinggi gelombang tsunami juga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari bentuk pantai, kelandaian, hingga vegetasi di sekitar garis pantai. Hutan pantai yang lebat terbukti mampu meredam energi tsunami hingga menyisakan genangan air jauh lebih rendah.
Wilayah pesisir yang dekat dengan sumber gempa dapat mengalami dampak tsunami dalam waktu relatif singkat. Karena itu, masyarakat perlu memahami jalur evakuasi dan segera menuju tempat aman ketika merasakan gempa kuat atau lama. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....