Mensesneg: Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Penanganan Dampak Gempa NTT
- 18 Agt 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan masih mampu menangani dampak gempa Nusa Tenggara Timur
- Pemeritah belum membuka bantuan untuk asing dalam penanganan gempa di NTT
- Pemerintah pusat terus memasok logistik untuk warga terdampak gempa
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan pemerintah masih mampu menangani dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena itu, lanjut dia, pemerintah belum akan membuka bantuan dari pihak asing terkait hak tersebut.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, semua masih bisa ditangani dengan baik,” ujarnya, Senin 17 Agustus 2026 di Jakarta. “(Soal bantuan asing) belum ya, nanti kita lihat.”
Menurut Prasetyo, pemerintah terus memasok bantuan logistik dan menyiapkan titik pengungsian untuk warga terdampak gempa di NTT. Selain itu disiapkan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.
“Kami bisa tangani dengan baik kebutuhan logistik di pengungsian,” katanya. “Bahkan rencana-rencana untuk perbaikan permukiman itu pun sudah dalam proses identifikasi.”
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, mengatakan pemerintah masih mengindentifikasi kerusakan infrastruktur akibat gempa. Menurut dia, pihaknya masih menunggu laporan terkait bangunan yang rusak atau terdampak gempa.
"Ini sedang diidentifikasi ya bersama Menteri PU dan Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan),” ujarnya. “Saat ini laporannya sedang disusun.”
Wamen mengungkap banyak bangunan yang rusak berat terutama di Pulau Rinca dan Pulau Padar. Selain itu, jalan tertutup longsor dan tim berada di lapangan untuk melakukan pembersihan.
“Bangunan-bangunan di Pulau Rinca dan Pulau Padar itu ada yang yang runtuh,”ucapnya. “Saat ini semuanya sedang diidentifikasi, kita tunggu saja ya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....