Tujuh Korban Luka Berat Gempa Manggarai Timur Dievakuasi ke Labuan Bajo

  • 18 Agt 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim SAR Gabungan terus mempercepat evakuasi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Helikopter Dauphin masih disiagakan dan dioperasikan secara intensif di wilayah terdampak untuk mengangkut korban yang menderita luka berat.

RRI.CO.ID, Jakarta — Tim SAR Gabungan mempercepat evakuasi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban yang mengalami luka berat segera dievakuasi ke Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Hingga Selasa 18 Agustus 2026 pukul 15.00 WITA, tujuh korban luka berat telah dievakuasi melalui jalur udara. Mereka mengalami cedera seperti patah tulang, dislokasi, trauma vertebralis, serta luka parah pada bagian tangan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Menurut dia, korban yang membutuhkan penanganan medis segera diprioritaskan untuk diambil tidakan.

“Evakuasi dilakukan dalam dua kloter, pertama menggunakan Helikopter Dauphin yang membawa tiga korban,” ujarnya. Sedangkan kloter kedua, lanjut dia, membawa empat korban luka berat.

Helikopter Dauphin masih disiagakan dan dioperasikan secara intensif di wilayah terdampak, khususnya Manggarai Timur. Evakuasi melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat pemindahan korban dari lokasi terdampak menuju fasilitas kesehatan di Labuan Bajo.

Selain memperkuat evakuasi udara, Tim SAR Gabungan juga menambah personel dan sarana pendukung di lapangan. Tim Rescue Kantor SAR Kupang bersama unsur TNI, Polri, dan Potensi SAR diberangkatkan menuju wilayah terdampak.

Penambahan kekuatan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban. Hal ini dilakukan di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan penanganan.

Tim SAR Gabungan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban pascagempa. “Kami ingin memastikan proses evakuasi berlangsung cepat, aman, dan terkoordinasi,” kata Syafii.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....