Pengelolaan Susu Lokal Hulu-Hilir, Komisi VII Nilai Kuatkan Ekonomi Kerakyatan

  • 18 Agt 2026 07:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini mendorong, pengolahan susu lokal menjadi bagian penguatan ekonomi kerakyatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
  • Trenggalek sebagai daerah penghasil susu seharusnya tidak hanya menjadi penyedia susu, tetapi juga mampu mengolah dan mendistribusikannya secara aman.
  • Koperasi PKK tidak hanya bersifat konsumtif bagi anggota, tetapi harus mampu memberdayakan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini mendorong, pengolahan susu lokal menjadi bagian penguatan ekonomi kerakyatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Pengelolaan susu dari hulu hingga hilir, penting agar potensi ekonomi lokal tidak berhenti sebagai komoditas mentah.

“Trenggalek sebagai daerah penghasil susu seharusnya tidak hanya menjadi penyedia susu, tetapi juga mampu mengolah dan mendistribusikannya secara aman. Dengan begitu, potensi ekonomi lokal bisa semakin besar dan kebocoran nilai tambah dapat diminimalkan,” kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Diketahui, Novita menghadiri acara launching Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi di Rumah Susu Trenggalek, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Melalui Koperasi PKK Trenggalek, susu akan diolah menjadi produk siap konsumsi yang rencananya didistribusikan kepada anak-anak sekolah.

Menurutnya, keberadaan rumah produksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengubah Koperasi PKK dari sekadar wadah konsumtif menjadi lembaga. Yakni, lembaga yang produktif dan mampu memberdayakan masyarakat.

“Koperasi PKK tidak hanya bersifat konsumtif bagi anggota, tetapi harus mampu memberdayakan masyarakat. Ini merupakan bagian dari semangat program pokok PKK sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan,” ucap Novita.

Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi memiliki kapasitas produksi sekitar 400 liter per hari. Dalam proses produksinya, koperasi juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat dari kelompok rentan, termasuk warga yang berada dalam kategori Desil 1-3.

Novita menegaskan program tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan lintas organisasi perangkat daerah diperlukan, mulai dari sektor perindustrian, peternakan, perdagangan, hingga perizinan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Program ini didukung dinas terkait agar pengolahan dan distribusi susu kepada anak-anak sekolah dapat dilakukan secara aman dan memenuhi ketentuan,” ujar Novita.

Sebelumnya, Pengelola Rumah Susu Trenggalek, Ucik Rohmad mengatakan, kapasitas produksi saat ini masih terbatas. Sehingga, pengembangan rumah produksi di lokasi lain perlu dipertimbangkan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengoptimalkan potensi susu Trenggalek yang tersebar di sejumlah wilayah. Khususnya, Kecamatan Bendungan dan Pule, serta sebagian Dongko.

"Optimistis produk olahan susu lokal dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas Trenggalek. Kalau daerah lain bisa, kita pun bisa," kata Ucik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....