ASN Setjen DPR Diminta Adaptif, Waspadai Risiko Penggunaan AI
- 17 Agt 2026 16:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rusdi Hartono, Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI, mengingatkan ASN harus siap menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan persiapan yang matang.
- Penggunaan AI harus dilakukan secara cerdas dan bertanggung jawab dengan tetap melakukan verifikasi data serta mewaspadai risiko-risikonya.
- Pesan tersebut disampaikan pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Aparatur sipil negara (ASN) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR diingatkan agar siap menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Demikian disampaikan Inspektur Utama Setjen DPR, Rusdi Hartono, pada upacara HUT Ke-81 RI di Lapangan Kompleks Parlemen Jakarta, Senin 17 Agustus 2026.
Menurut dia, penggunaan AI harus dilakukan secara cerdas dan bertanggung jawab dengan tetap melakukan verifikasi serta mewaspadai risikonya.Sebagai supporting system lembaga legislatif, Setjen DPR RI perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi.
“Pemanfaatan AI dapat membantu pelaksanaan tugas sehari-hari apabila dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujarnya. “Meskipun demikian, harus senantiasa dilakukan check and recheck serta waspada terhadap berbagai risiko dan bahaya dari AI.”
Memasuki 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Rusdi mengingatkan tantangan yang dihadapi juga mencakup kedaulatan di ruang digital. Karena itu, ASN Setjen DPR RI perlu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami berbagai risiko yang menyertainya.
Menurut dia, transformasi digital tidak boleh membuat lembaga rentan terhadap ancaman siber maupun penyalahgunaan teknologi. Kemampuan melakukan verifikasi informasi perlu diimbangi penerapan etika dan integritas dalam menjalankan tugas.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat. Untuk membangun sinergi antara kecanggihan teknologi dan integritas moral,” katanya.
Pemanfaatan teknologi secara beretika dapat mendukung pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara lebih efisien. Adaptasi tersebut menjadi bagian dari upaya ASN meningkatkan kualitas dukungan terhadap lembaga legislatif.
Rusdi menekankan peran ASN dalam mendukung pelaksanaan tugas MPR, DPR, dan DPD. Menurut kinerja birokrasi yang profesional dan akuntabel diperlukan untuk mendukung kedaulatan rakyat sebagai fondasi negara.
“Tema Indonesia berdaulat, adil dan makmur bukanlah sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah visi besar,” ucapnya. “Ini menjadi landasan untuk menyongsong masa depan yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.”
Selain beradaptasi dengan teknologi, Rusdi mengajak ASN memperkuat nasionalisme, persatuan, dan semangat gotong royong. Dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.
ASN Setjen DPR RI juga diminta mengikuti perkembangan dan dinamika lembaga politik tempat mereka bekerja. Informasi mengenai kegiatan MPR, DPR, dan DPD dapat diperoleh melalui unit kerja pemberitaan maupun berbagai kanal media.
Rusdi menyebut ASN dapat menjadi agen perubahan sekaligus penghubung antara lembaga legislatif dan masyarakat. Ia mendorong ASN menyampaikan berbagai hal positif mengenai kinerja lembaga legislatif serta kerja para anggotanya kepada masyarakat luas.
“Jadilah agen perubahan yang mampu menyampaikan hal-hal yang positif yang terjadi di lembaga legislatif,” ujarnya. “Demikian pula dengan berbagai kerja yang telah dilakukan para anggotanya kepada masyarakat luas.”
Rusdi lalu mengajak seluruh ASN Setjen DPR RI menjadikan momentum kemerdekaan sebagai titik tolak untuk bekerja lebih baik. Mereka juga diharapkan terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga serta masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....