Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Ini Langkah Pemerintah Penuhi Kebutuhan Warga
- 18 Agt 2026 09:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memperkuat penanganan darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, NTT, dengan mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) di tingkat daerah.
- Salah satu perhatian utama pemerintah adalah, memastikan tempat tinggal sementara bagi para pengungsi lebih layak. Pernyataan tegas itu, diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto.
- Sementara bantuan logistik dan peralatan dari Jakarta juga telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Selanjutnya didistribusikan ke lokasi pengungsian
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memperkuat penanganan darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, NTT, dengan mendorong pembentukan satuan tugas (satgas) di tingkat daerah. Langkah tersebut, dinilai penting karena warga terdampak dan lokasi pengungsian tersebar di sejumlah wilayah sehingga kebutuhan dasar harus ditangani secara cepat.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah, memastikan tempat tinggal sementara bagi para pengungsi lebih layak. Pernyataan tegas itu, diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto.
Suharyanto mengatakan, BNPB akan melengkapi kebutuhan berupa tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan pendukung, logistik, serta berbagai perlengkapan lainnya. “Kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik,” kata Suharyanto dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sebagian bantuan untuk kebutuhan pengungsian, ia mengatalan, telah dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo. Yakni, menuju Kabupaten Manggarai melalui jalur darat.
"Sementara bantuan logistik dan peralatan dari Jakarta juga telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Selanjutnya didistribusikan ke lokasi pengungsian," ucap Suharyanto.
Selain tempat tinggal, kebutuhan pangan menjadi perhatian pemerintah selama masa tanggap darurat. BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendukung operasional dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Melalui dapur umum tersebut, para pengungsi akan mendapatkan makanan tiga kali sehari dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizi. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian,” ujar Suharyanto.
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga menjadi bagian dari penanganan darurat. BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menambah tenaga medis di sejumlah wilayah sekaligus memperkuat persediaan obat-obatan dan peralatan kesehatan.
“Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis,” kata Suharyanto. Penambahan dukungan tersebut, diharapkan membuat masyarakat terdampak tetap memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kondisi dan kebutuhannya selama berada di pengungsian.
| Baca juga: Menko PMK Perkuat Satgas Tangani Gempa NTT |
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno meminta, satgas daerah segera dibentuk. “Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulis BNPB, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pratikno juga menyoroti, kebutuhan dasar warga yang masih berada di lokasi pengungsian. Menurut dia, koordinasi lintas instansi diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.
Instruksi tersebut, disampaikan setelah Pratikno meninjau langsung lokasi pengungsian terpusat di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin kemarin. Dalam kunjungan tersebut, Pratikno didampingi Suharyanto untuk melihat kondisi warga terdampak secara langsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....