Bulog Pastikan Stok Pangan NTT Aman, 20 Ton Beras Disiapkan untuk Daerah Terdampak
- 18 Agt 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perum Bulog menggaransi, ketersediaan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman di tengah penanganan darurat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah.
- Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya,
- Kemudian ditambah lagi 1.000 liter minyak goreng atau MinyaKita untuk masing-masing kabupaten/kota
RRI.CO.ID, Jakarta — Perum Bulog menggaransi, ketersediaan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman di tengah penanganan darurat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah. Persediaan beras yang kini di kisaran 35 ribu hingga 37 ribu ton, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.
Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya terus memantau kebutuhan pangan di wilayah terdampak. Jika persediaan di daerah mengalami peningkatan kebutuhan, Bulog siap menambah pasokan dari wilayah lain.
“Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya,” kata Rizal dalam keterangan resminya, di Jakarta, dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.
Dalam memastikan pangan tersedia di titik-titik terdampak, Bulog menginstruksikan, jajarannya di tingkat kabupaten/kota menyiapkan stok khusus. Masing-masing wilayah, diminta memiliki cadangan sedikitnya 20 ton beras sebagai persediaan untuk kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Khususnya cabang-cabang Bulog yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang terdampak, kami perintahkan untuk menstokkan. Men-standby-kan berasnya minimal 20 ton ke masing-masing kabupaten/kota,” ucap Rizal.
Selain beras, ia mengungkapkan, Bulog juga menyiapkan minyak goreng untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan dapur umum di wilayah terdampak. Setiap kabupaten/kota juga mendapat alokasi sedikitnya 1.000 liter MinyaKita sebagai bagian dari kesiapan logistik pangan.
“Kemudian ditambah lagi 1.000 liter minyak goreng atau MinyaKita untuk masing-masing kabupaten/kota,” ujar Rizal. Bulog tidak hanya mengandalkan persediaan yang sudah tersedia di NTT.
Jika kebutuhan meningkat akibat perkembangan kondisi di lapangan, tambahan pasokan dapat didatangkan dari wilayah terdekat. Termasuk, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan.
Oleh karenanya, Rizal memastikan, jajaran Bulog di daerah terus bergerak untuk mendukung penanganan bencana. Distribusi bantuan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan dengan tujuan memastikan masyarakat terdampak tetap memiliki akses terhadap pangan pokok.
"Optimistis ketersediaan cadangan pangan yang memadai dapat membantu pemerintah menangani dampak gempa secara lebih cepat. Diharapkan juga mampu menjaga kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan NTT secara bertahap," kata Rizal.
Selama Tiga Hari, 101,5 Ton Logistik Dikirim Pemerintah
Pemerintah terus mempercepat, pengiriman bantuan warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan memanfaatkan jalur udara dan laut. BNPB mencatat, sebanyak 101.494 kilogram (sekitar 101,5 ton) logistik telah dikirim ke wilayah terdampak selama tiga hari, sejak 15-17 Agustus 2026.
Distribusi bantuan logistik tersebut, dipusatkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Proses Pengiriman melibatkan BNPB, TNI, pemerintah, serta sejumlah mitra kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak dapat segera dipenuhi.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana bersama Plt Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono sebelumnya berkoordinasi. Yakni, berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Halim Perdanakusuma.
“Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan secara cepat. Sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Operasi pengiriman bantuan melalui PPN Halim Perdanakusuma telah dimulai sejak Sabtu kemarin. Dalam pelaksanaannya, pesawat angkut berat TNI AU digunakan membawa berbagai kebutuhan darurat menuju sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT.
Khusus pada Senin kemarin, BNPB mencatat, ada tiga penerbangan dengan total muatan mencapai 40.567 kilogram logistik. Tiga penerbangan tersebut, masing-masing menuju Labuan Bajo dan Maumere sebelum kembali ke Halim Perdanakusuma.
Penerbangan pertama,nmenggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo-Halim Perdanakusuma. Pesawat tersebut, mengangkut 13.504 kilogram bantuan, yang terdiri atas 3.019 kilogram paket sembako dari Sekretariat Militer Presiden.
Serta, dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat 10.485 kilogram dari Pusat Krisis Kesehatan. Pengiriman berikutnya, dilakukan menggunakan Hercules A-1344 dengan tujuan Maumere.
Pesawat ini, membawa 13.563 kilogram bantuan, termasuk 13.500 kilogram paket sembako dalam 2.454 koli dari Sekretariat Militer Presiden. Ditambah, pakaian dan obat-obatan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.
Sementara itu, Hercules A-1339 kembali diterbangkan menuju Labuan Bajo dengan membawa 13.500 kilogram logistik. Muatannya, terdiri atas 13.100 kilogram paket sembako dalam 2.380 koli dari Sekretariat Militer Presiden serta 400 kilogram kornet kaleng yang disalurkan Rumah Zakat.
Secara keseluruhan, selama periode 15-17 Agustus 2026, BNPB mencatat tujuh sortie penerbangan dengan total pengiriman mencapai 101.494 kilogram logistik. Operasi udara tersebut didukung dua pesawat A-400M Atlas dan empat pesawat C-130 Hercules.
Selain mengandalkan pesawat, pemerintah juga membuka jalur distribusi melalui laut untuk memperbesar kapasitas pengiriman bantuan. Armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju sejumlah pelabuhan di NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....