Stok Beras 5,2 Juta Ton, Bapanas Salurkan Bantuan
- 13 Agt 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan untuk Juli, Agustus, dan September 2026
- Pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,24 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia
- Penyaluran dilakukan saat stok beras pemerintah di Bulog mencapai 5,2 juta ton
- Bantuan pangan diberikan gratis sesuai arahan Presiden
- Stok beras pemerintah disebut berasal dari produksi dalam negeri dan bukan hasil impor
RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,24 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Penyaluran dilakukan karena stok beras pemerintah di Bulog mencapai 5,2 juta ton.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan pangan merupakan arahan Presiden. Bantuan tersebut diberikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk bantuan pangan, ini diberikan gratis kepada 33,24 juta masyarakat Indonesia. Ini adalah perintah Bapak Presiden,” ujar Amran saat meninjau penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya, Rabu 12 Agustus 2026.
| Baca juga: PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes |
Amran mengatakan stok beras pemerintah saat ini berasal dari produksi dalam negeri. Ia menegaskan beras tersebut bukan berasal dari impor.
“Kalau mau melihat fisiknya, ada di Bulog. Kalau mau melihat data, ada di BPS. Kalau produksi, ada di pertanian,” tegasnya.
Menurut Amran, pemerintah mengoptimalkan stok beras tersebut untuk memperkuat perlindungan sosial melalui program bantuan pangan. Kebijakan tersebut sekaligus memastikan hasil produksi dalam negeri memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
| Baca juga: Bapanas Atur Skema Margin Baru Bulog |
Penyaluran bantuan pangan di Jawa Timur menjadi bagian dari distribusi bantuan pangan secara nasional. Amran menyebut penyaluran tersebut merupakan hari kedua setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.
Dengan jumlah penerima mencapai 33,24 juta orang, total beras yang disalurkan pemerintah mencapai sekitar 997,2 ribu ton. Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap hingga seluruh penerima manfaat mendapatkan bantuan.
Amran menilai kondisi stok beras yang kuat menunjukkan kemampuan produksi pangan nasional semakin meningkat. Pemerintah juga berupaya memastikan peningkatan stok berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.
“Bantuan pangan sudah, kesejahteraan petani meningkat, stok bertambah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sekarang stok kita 5,2 juta ton,” kata Amran.
Menurutnya, kebijakan pangan pemerintah diarahkan untuk menjaga keseimbangan kepentingan produsen dan konsumen. Pemerintah memastikan produksi petani terserap sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini karena dua-duanya. Stok kita memang melimpah, dan ini juga merupakan bentuk kepedulian Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia,” pungkas Amran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....