Mengenal Museum Kebangkitan Nasional dan Sejarahnya
- 17 Agt 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta merupakan lokasi bersejarah yang dulunya menjadi gedung School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), sekolah kedokteran untuk pribumi pada masa kolonial Belanda.
- Para pelajar STOVIA tidak hanya mempelajari ilmu kedokteran tetapi juga memperhatikan persoalan sosial, pendidikan, dan kehidupan masyarakat yang mengelilingi mereka.
- Lingkungan dan aktivitas di STOVIA menjadi katalis lahirnya berbagai organisasi pergerakan nasional Indonesia yang menjadi awal dari gerakan kemerdekaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta menyimpan sejarah pendidikan kedokteran pribumi dan awal pergerakan nasional Indonesia. Dahulu, gedung ini digunakan sebagai sekolah kedokteran bagi pribumi masa kolonial Belanda yang disebut School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA).
Selain mempelajari ilmu kedokteran, para pelajar juga memperhatikan persoalan sosial, pendidikan, dan kehidupan masyarakat. Lingkungan STOVIA kemudian berkaitan dengan lahirnya organisasi pergerakan nasional.
Pada 20 Mei 1908, para pelajar STOVIA mendirikan Boedi Oetomo sebagai organisasi pergerakan nasional. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Melansir dari Kemendiktisaintek, seiring perkembangan pendidikan kedokteran, kegiatan STOVIA kemudian dipindahkan ke gedung baru di Salemba pada 1920. Pada 1926, seluruh kegiatan pendidikan dan asrama STOVIA telah dipindahkan dari gedung tersebut.
Kini, kompleks tersebut menjadi Museum Kebangkitan Nasional yang menyimpan sejarah STOVIA dan pergerakan nasional Indonesia. Gedung museum juga terus didokumentasikan dan dilestarikan sebagai bangunan bersejarah.
Ruang dan koleksi di museum ini menggambarkan perjalanan STOVIA serta kehidupan para pelajarnya. Koleksi tersebut juga berkaitan dengan sejarah pergerakan nasional Indonesia. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....