Bukan Sunda, Warga Bandung Pilih Busana Madura Saat Upacara di Istana
- 17 Agt 2026 15:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Satria dari Bandung menampilkan pakaian adat Madura dalam Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.
- Pilihan pakaian adat dari daerah lain merupakan bentuk kesengajaan untuk menghadirkan nuansa berbeda dalam perayaan kemerdekaan nasional.
- Busana adat Madura yang dikenakan Hari Satria mempertahankan unsur tradisional asli tetapi dikemas dengan sentuhan modern yang kontemporer.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemandangan menarik terlihat dalam Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta. Salah satunya penampilan Hari Satria, warga Bandung yang memilih mengenakan pakaian adat Madura.
Hari mengaku sengaja memilih pakaian adat dari daerah lain untuk menghadirkan nuansa berbeda. Busana tersebut tetap mempertahankan unsur tradisional Madura, tetapi dikemas dengan sentuhan yang lebih modern.
"Konsep bajunya Madura, cuma biar agak lebih unik, tetap pakai kain dari Madura. Dibikin bagaimana biar lebih modern," kata Hari saat ditemui RRI.CO.ID di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Meski mengenakan pakaian adat Madura, Hari mengaku bukan berasal dari daerah tersebut. Ia merupakan warga asli Bandung yang ingin memanfaatkan momentum kemerdekaan untuk mengenal sekaligus mengenakan budaya daerah lain.
Menurut Hari, mengenakan pakaian adat tidak harus selalu disesuaikan dengan daerah asal seseorang. Momentum peringatan kemerdekaan dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.
"Enggak, asli Bandung. Kita dari Bandung enggak harus Sunda lagi, kita bisa nyoba yang lain," ujarnya.
Hari menilai pilihan tersebut menjadi pengalaman menarik karena dalam kehidupan sehari-hari masyarakat biasanya lebih dekat dengan budaya daerah masing-masing. Karena itu, ia ingin mencoba mengenakan pakaian tradisional dari daerah lain dalam momentum perayaan kemerdekaan.
"Karena kalau kita nikah ataupun itu pasti Sunda, enggak mungkin kan, kecuali kalau pasangan kita dari daerah lain. Jadi ini momentum yang cukup baik untuk mencoba semua tradisi," katanya.
Selain pakaian adat, Hari juga datang ke Istana dengan antusiasme khusus. Ia tiba sekitar pukul 04.50 WIB dan harus mengantre bersama masyarakat lainnya.
Hari mendapatkan kesempatan mengikuti upacara setelah memperoleh tiket dari seorang teman. Ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti langsung Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka.
Pilihan busana Madura tersebut akhirnya menjadi bagian dari pengalaman Hari merayakan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Baginya, keberagaman pakaian adat yang hadir di Istana menjadi gambaran bahwa kemerdekaan juga dapat dirayakan dengan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....