Kirab Garuda Prabayeksa Tutup Rangkaian Upacara HUT ke-81 RI
- 17 Agt 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Garuda Prabayeksa menjadi penutup Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI dengan membawa Sang Merah Putih dan Teks Proklamasi menuju Monas.
- Dua purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 membawa pusaka negara, diiringi prajurit dan Srikandi TNI serta marching band gabungan TNI-Polri.
- Kirab Garuda Prabayeksa merepresentasikan semangat dan sejarah Nusantara, termasuk melalui makna filosofis kereta serta pasukan kerajaan dari Sabang hingga Merauke.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kirab kereta kencana pusaka Garuda Prabayeksa menjadi penutup rangkaian Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI. Kirab berlangsung di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026 petang.
Dalam kirab tersebut, Garuda Prabayeksa membawa Bendera Negara Sang Merah Putih dan naskah Teks Proklamasi menuju Monumen Nasional (Monas). Kedua pusaka negara itu menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Garuda Prabayeksa ditarik delapan ekor kuda yang melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia. Kereta tersebut ditunggangi empat prajurit dan empat Srikandi TNI yang mengikuti prosesi menuju Monas.
Di atas kereta, terdapat dua purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 yang mendapat tugas membawa pusaka negara. Nindya Eltsani Fawwaz membawa Bendera Negara Sang Merah Putih, sedangkan Bianca Alessia Christabella Lantang membawa Teks Proklamasi.
Nindya merupakan siswi SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh, Jambi yang dipercaya membawa Bendera Negara Sang Merah Putih. Sementara Bianca, siswi SMA Lentera Harapan Tomohon, Sulawesi Utara ditugaskan untuk membawa Teks Proklamasi.
Setelah proses pengambilan pusaka di istana, rombongan kemudian bergerak menuju Monas dengan diiringi marching band gabungan TNI dan Polri. Setibanya di Monas, Bendera Pusaka dibawa dan disimpan kembali di Ruang Kemerdekaan.
Selain menjadi sarana pengantaran pusaka negara, Garuda Prabayeksa juga memiliki makna filosofis. Nama Prabayeksa berasal dari kata "praba" yang berarti cahaya atau sinar dan "yeksa" yang bermakna besar atau raksasa.
Gabungan kedua kata tersebut dimaknai sebagai cahaya yang besar atau terang. Makna tersebut turut menggambarkan harapan dan semangat dalam rangkaian peringatan kemerdekaan Indonesia.
Semangat tersebut juga diperkuat dengan kehadiran pasukan berkudadi belakang kereta kencana. Pasukan tersebut merepresentasikan kerajaan-kerajaan Nusantara dari Sabang hingga Merauke.
Kehadiran pasukan kerajaan menggambarkan keberagaman sejarah serta kegagahan kekuatan Nusantara pada masa lampau. Representasi tersebut menjadi simbol semangat bagi generasi masa kini dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....