Pengabdian Kapolresta Balikpapan hingga Menjadi Kandidat Komandan Upacara

  • 17 Agt 2026 08:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kombes Pol Jerrold Kumontoy lolos tahap akhir seleksi calon Komandan Upacara Istana.
  • Jerrold menjalani karantina dan latihan terpusat bersama delapan perwira lainnya.
  • Dukungan keluarga dan Kalimantan Timur menjadi penyemangat Jerrold menjalani seleksi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pengabdian Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy membawanya menuju salah satu tugas penting kenegaraan. Kapolresta Balikpapan itu lolos tahap akhir seleksi calon Komandan Upacara Istana pada HUT ke-81 RI.

Jerrold akan melanjutkan proses seleksi bersama delapan perwira terbaik lainnya. Mereka kini menjalani karantina dan latihan terpusat di bawah Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.

Kesempatan tersebut membuka peluang Jerrold bertugas dalam rangkaian upacara kemerdekaan di Istana Merdeka. Namun, seluruh kandidat masih harus menjalani tahapan akhir sebelum petugas utama ditentukan.

Bagi Jerrold, keberhasilan mencapai tahap tersebut sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Ia juga bersyukur mendapat kepercayaan mewakili institusi Polri dalam seleksi tingkat nasional.

“Bagi saya terpilih menjadi calon Komandan Upacara Istana mewakili Polri hingga titik ini sudah sangat bersyukur. Banyak pengalaman yang saya dapat,” ujarnya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Persiapan Dilakukan Sejak Awal

Menjadi calon Komandan Upacara Istana membutuhkan kemampuan lebih dari sekadar baris-berbaris. Kandidat dituntut memiliki kebugaran, ketahanan mental, konsentrasi, serta kemampuan memimpin pasukan.

Tuntutan tersebut membuat Jerrold mempersiapkan diri sejak awal mengikuti proses seleksi. Latihan fisik dilakukan secara rutin untuk menjaga kebugaran menghadapi setiap tahapan.

Persiapan juga dilakukan secara mandiri di halaman Mapolresta Balikpapan. Jerrold memanfaatkan suasana kantor yang mulai sepi untuk berlatih menjadi komandan upacara.

Latihan tersebut dilakukan agar dirinya siap apabila dipercaya mengemban tugas negara. Ia menyadari setiap detail penampilan harus dipersiapkan secara matang.

“Semua harus dipersiapkan dengan matang untuk menghadapi setiap tahapan yang ada. Mohon doa dan dukungannya,” katanya.

Meski telah mencapai tahap akhir, persaingan masih berlangsung ketat. Delapan perwira tersebut belum otomatis terpilih sebagai komandan upacara utama.

Pemilihan nantinya menentukan petugas untuk upacara pengibaran maupun penurunan bendera. Para kandidat juga harus siap apabila ditempatkan sebagai petugas cadangan.

“Pokoknya saya berusaha semaksimal mungkin dalam menjalani seluruh proses yang ada. Ditunjuk menjadi petugas utama atau tidak merupakan urusan lain,” ujarnya.

“Terpilih menjadi petugas cadangan pun harus siap menjalankan tugas. Tugas upacara kenegaraan lainnya juga harus siap,” ucapnya.

Keluarga Jadi Sumber Semangat

Di tengah latihan intensif, Jerrold tetap berusaha menjaga keseimbangan antara tugas dan keluarga. Dukungan istri serta anak-anak menjadi salah satu sumber kekuatannya.

Persiapan tidak hanya berfokus pada latihan fisik dan menjaga pola makan. Waktu bersama keluarga turut membantunya kembali membangun semangat seusai menjalani latihan.

“Istri dan anak-anak adalah bagian dari hidup saya. Waktu berkualitas bersama mereka menjadi alasan terbesar saya kembali bangkit mempersiapkan diri,” ujarnya.

Dukungan tersebut menjadi penting ketika Jerrold harus menjalani proses seleksi panjang. Terlebih, tanggung jawab sebagai Kapolresta Balikpapan tetap harus berjalan selama dirinya mengikuti tahapan.

Harumkan Nama Kalimantan Timur

Keikutsertaan Jerrold juga mendapat restu dan dukungan Kapolda Kalimantan Timur. Wakapolresta kemudian ditunjuk menjalankan tugas harian selama Jerrold mengikuti rangkaian seleksi.

Pengaturan tersebut dilakukan agar keamanan dan pelayanan masyarakat di Balikpapan tetap berjalan optimal. Aktivitas kepolisian tetap dilaksanakan tanpa terganggu proses seleksi yang dijalani Jerrold.

Bagi Jerrold, kesempatan tersebut tidak lagi hanya membawa nama pribadi dan Polresta Balikpapan. Ia juga merasa membawa kehormatan masyarakat Kalimantan Timur ke tingkat nasional.

Kesempatan tampil dalam rangkaian upacara kenegaraan menjadi tanggung jawab besar baginya. Karena itu, seluruh persiapan terus dilakukan hingga penentuan petugas utama.

“Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Balikpapan. Ini juga menjadi kehormatan Provinsi Kalimantan Timur di kancah nasional,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....