Waka DPD RI Yorrys Raweyai Minta Penanganan Korban Gempa NTT Dipercepat
- 16 Agt 2026 06:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta - Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu dini hari (15/08/2026). Yorrys mengimbau seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, untuk melakukan koordinasi secara maksimal guna memastikan seluruh korban dan masyarakat terdampak memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.
“Sebagai Pimpinan DPD RI, saya menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa yang melanda wilayah NTT,” ujar Yorrys dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026. Yorrys mengatakan, puluhan korban meninggal dunia dan ribuan masyarakat yang mengungsi merupakan sesama anak bangsa yang saat ini membutuhkan perhatian dan penanganan segera.
| Baca juga: Presiden Prabowo Berduka Atas Gempa NTT |
Karena itu, pemerintah diminta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari layanan kesehatan, makanan, air bersih, tempat pengungsian. Selain itu, kata ia, perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Pemerintah harus memastikan setiap korban memperoleh bantuan. Jangan sampai masyarakat yang berada di wilayah terdampak kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar maupun pelayanan kesehatan,” katanya.
Selain bantuan darurat, Yorrys juga meminta pemerintah memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar, akurat, dan berasal dari sumber resmi. Hal ini penting untuk mencegah kepanikan serta beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di tengah situasi pascagempa.
“Saya berharap masyarakat terdampak gempa untuk tetap berkoordinasi dengan BMKG maupun BNPB, termasuk pemerintah daerah. Masyarakat juga harus mengikuti setiap arahan dan informasi resmi terkait kondisi pascagempa,” ucapnya.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas lembaga. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BMKG, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh unsur terkait harus bergerak bersama untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Yorrys juga meminta agar proses pendataan korban dan kerusakan dilakukan secara cepat dan akurat. Data tersebut penting sebagai dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, distribusi bantuan, serta pemulihan wilayah terdampak.
“Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Setiap perkembangan harus dipantau dan dilaporkan secara berkala sehingga keputusan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, DPD RI akan terus memantau situasi pascagempa melalui kantor perwakilan DPD RI di daerah dan para Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan NTT. “Pimpinan DPD RI meminta seluruh Anggota DPD dari Dapil NTT untuk memberikan informasi terkini secara berkala terkait gempa di wilayah mereka," katanya.
Yorrys menambahkan, setelah masa tanggap darurat, perhatian juga harus diarahkan pada proses pemulihan masyarakat dan pembangunan kembali infrastruktur yang mengalami kerusakan. Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh berhenti setelah situasi darurat berakhir.
“Pemulihan pascabencana juga harus menjadi perhatian. Masyarakat harus mendapatkan kepastian bahwa pemerintah hadir sejak masa tanggap darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.
Yorrys mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga terdampak serta menjaga ketenangan selama proses penanganan bencana berlangsung. “Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan gotong royong seluruh anak bangsa sangat dibutuhkan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....