KOWANI Ajak Masyarakat Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT

  • 16 Agt 2026 03:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KOWANI mendorong semangat gotong royong dan solidaritas untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak
  • Bantuan dapat disalurkan melalui rekening resmi KOWANI

RRI.CO.ID, Jakarta – Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mengajak masyarakat Indonesia membantu korban gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Ajakan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas untuk membantu masyarakat terdampak menghadapi masa sulit.

Ketua Umum KOWANI Periode 2024-2029 Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan musibah NTT merupakan duka bersama masyarakat Indonesia. Ia menilai kepedulian dan solidaritas diperlukan untuk membantu masyarakat terdampak menghadapi masa sulit.

“KOWANI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan dan bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, sekecil apa pun kepedulian dan bantuan yang kita berikan pasti akan sangat berarti,” ujar Nannie dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Nannie, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat terdampak menghadapi masa sulit. Solidaritas tersebut, lanjutnya, juga diharapkan dapat mendukung proses pemulihan masyarakat setelah bencana terjadi.

KOWANI juga mengajak Organisasi Anggota, seperti Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW), dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Selain itu juga dunia usaha, komunitas, serta masyarakat Indonesia untuk turut membantu.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat menyalurkannya melalui rekening KOWANI Bank BSI 7362741801. KOWANI menyebut setiap bantuan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap doa dan setiap uluran tangan akan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita. Setiap bantuan yang diberikan juga akan berarti bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” kata Nannie.

Nannie berharap solidaritas masyarakat Indonesia dapat meringankan beban korban dan keluarga yang terdampak gempa. Ia juga berharap kepedulian tersebut memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit dan menata kehidupan kembali.

Sebagai informasi, sebelumnya gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa tersebut berdampak pada sejumlah wilayah dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri pascagempa mengguncang sejumlah wilayah tersebut. Sementara, untuk pendataan korban, kerusakan bangunan, dan kebutuhan masyarakat masih terus dilakukan petugas di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....