Menko PMK Pastikan Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Gempa NTT

  • 15 Agt 2026 18:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko PMK Pratikno memastikan pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat dan terpadu dalam menangani dampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur.
  • Pratikno menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi.
  • Koordinasi tingkat menteri dilakukan secara daring untuk mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat terdampak gempa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Pratikno memastikan pemerintah pusat, daerah, dan unsur terkait bergerak terpadu mempercepat penanganan demi keselamatan masyarakat terdampak gempa NTT.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat NTT yang terdampak gempa. Saya telah meminta seluruh jajaran melakukan penanganan secara terpadu,” kata Pratikno dalam rapat koordinasi tingkat menteri secara daring, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pratikno mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi di wilayah terdampak.



Menurut Pratikno, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat pascagempa. Kecepatan respons diperlukan untuk memastikan penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas dan kecepatan menjadi kunci. Saya terus berkoordinasi untuk memastikan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, dan kesiapan warga menghadapi gempa susulan,” ucap Pratikno menegaskan.

Pratikno menyebut pemerintah juga mulai mengerahkan bantuan Presiden untuk masyarakat terdampak. Tahap awal, sebanyak 50.000 paket sembako dari Kementerian Sekretariat Negara akan dikirim menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.

“Kami menyiapkan bantuan melalui BNPB, Kementerian Sosial, dan kementerian teknis sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap untuk mendukung penanganan darurat di lapangan,” ucap Pratikno.

Sementara, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan data dampak gempa masih terus diperbarui berdasarkan laporan pemerintah daerah. Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, 11 orang luka ringan, dan lebih dari 2.000 warga mengungsi.

“Data masih terus bergerak. Pemerintah pusat lewat arahan Bapak Menko PMK, dan BNPB siap untuk mendukung segala kebutuhan yang diminta atau diperlukan di daerah,” kata Suharyanto.

Basarnas, BNPB, TNI, dan Polri menyiapkan dukungan pencarian serta evakuasi korban menggunakan helikopter dan pesawat kecil. Bantuan logistik dari gudang BNPB Larantuka, Flores Timur, disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Pemerintah daerah diminta segera menetapkan status darurat, mengaktifkan posko, serta melakukan asesmen dan pendataan dampak bencana. BNPB meminta kerusakan rumah didata sejak awal untuk mempercepat penanganan hunian sementara dan hunian tetap.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan magnitudo 7,7 dan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar dengan mekanisme pergerakan naik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....