BNPB Prioritaskan Evakuasi Warga Terdampak Gempa NTT

  • 15 Agt 2026 18:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim gabungan memprioritaskan pencarian dan pertolongan warga yang masih terjebak atau membutuhkan bantuan di sejumlah bangunan
  • Dukungan evakuasi dan logistik diperkuat, dengan Kemenhub menyiagakan pesawat serta BNPB menyiapkan dua helikopter dan satu pesawat Karavan
  • Pemerintah mengerahkan personel lintas kementerian dan lembaga untuk membantu penanganan daerah terdampak gempa 7,7 di NTT

RRI.CO.ID, Jakarta - Suharyanto menyebut pemerintah segera mengerahkan personel membantu daerah terdampak gempa 7,7 Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026. Ia mengatakan seluruh unsur terkait akan membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak langsung di wilayah bencana.

“Dalam rapat koordinasi awal yang pertama ini, masing-masing akan mengerahkan personilnya langsung. Untuk membantu Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota terdampak langsung di daerah bencana,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam Konferensi Pers secara daring di Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Suharyanto mengatakan rapat koordinasi awal digelar Menko PMK pukul 14.00 WIB dengan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Rapat tersebut dihadiri Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menteri Perumahan, serta Kepala BNPB dan BMKG.

Ia bersama Menko PMK Pratikno akan berangkat menuju Ende menggunakan pesawat komersial pada Sabtu malam untuk memperkuat koordinasi penanganan. Setibanya di NTT melalui Kupang, mereka direncanakan melanjutkan perjalanan menuju Ende pada Minggu pagi untuk menggelar rapat koordinasi.

Dalam rapat koordinasi, pemerintah menyepakati pengaktifan Posko Penanggulangan Bencana untuk menangani berbagai kebutuhan penanggulangan bencana. Prioritas awal tim gabungan adalah mencari dan menolong masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan atau terjebak di sejumlah bangunan.

“Masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan. Ada yang terjebak di beberapa bangunan, nah, ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana, tim gabungan,” ucapnya.

Suharyanto mengatakan unsur TNI-Polri, Basarnas, dan tim terkait segera melakukan pencarian serta pertolongan terhadap masyarakat terdampak bencana. Selain pencarian korban, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan jalur transportasi dan komunikasi yang terdampak akibat guncangan gempa.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengerahkan personel serta peralatan untuk segera membuka jalur transportasi yang terganggu akibat longsor. Suharyanto mengatakan pemerintah menyiapkan alat komunikasi cadangan seperti Starlink untuk mendukung komunikasi selama penanganan bencana berlangsung.

Untuk mendukung evakuasi dan distribusi logistik, Kementerian Perhubungan menyiagakan beberapa pesawat sesuai kebutuhan penanganan bencana. BNPB juga menyiapkan dua helikopter dan satu Karavan, pesawat fixed wing, untuk mendukung operasi penanganan bencana.

“Kemudian untuk memudahkan pelaksanaan evakuasi, pendorongan logistik, dari Kementerian Perhubungan juga menyiagakan beberapa pesawat ya. Termasuk dari BNPB kita juga sudah menyiapkan 2 helikopter dan 1 Karavan, pesawat ‘fixed wing’,” kata Suharyanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....