Kementerian PU Pastikan Layanan Air Tetap Berjalan Pascagempa NTT

  • 15 Agt 2026 17:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Saluran irigasi Bendung Wae Laku terdampak longsoran, sementara sejumlah sungai mengganggu layanan penyediaan air minum
  • Kementerian PU menyiapkan tangki air dan memperkuat tim untuk mempercepat pemulihan kebutuhan air masyarakat
  • Kementerian PU memperkuat pemantauan bendungan, sungai, irigasi, dan layanan air minum pascagempa NTT

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat pemantauan infrastruktur sumber daya air pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemantauan mencakup bendungan, sungai, jaringan irigasi, serta layanan penyediaan air minum masyarakat terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kesiapsiagaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan infrastruktur tetap aman selama penanganan. Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk menjaga keberlanjutan layanan dasar masyarakat.

“Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk memastikan infrastruktur sumber daya air tetap aman dan berfungsi,” kata Menteri Dody melalui keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Berdasarkan pemeriksaan awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, empat bendungan terpantau aman setelah gempa. Pemeriksaan visual tidak menunjukkan perubahan kondisi pada tubuh bendungan maupun bangunan pendukung lainnya.

Namun, dampak gempa ditemukan pada saluran irigasi Bendung Wae Laku di Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Saluran tersebut tertutup material longsoran berupa tanah, batuan, dan vegetasi dari tebing sisi saluran.

Ia mengatakan kondisi tebing yang relatif terjal masih berpotensi menimbulkan longsor susulan apabila hujan berintensitas tinggi. Kementerian PU terus memantau kondisi jaringan irigasi untuk memastikan keamanan bangunan serta pemulihan fungsinya.

Selain irigasi, gempa juga menyebabkan longsoran yang menutup alur sungai dan mengganggu sistem penyediaan air minum. Material tanah yang masuk menyebabkan air dari sistem penyediaan air minum berubah menjadi keruh.

“Memang di beberapa titik di Manggarai dan beberapa tempat lainnya, gempa menyebabkan longsoran di sana-sini. Longsoran itu juga menutup sungai sehingga sistem penyediaan air minum menjadi sangat terganggu,” ujarnya.

“Di beberapa tempat, air yang seharusnya keluar bersih dari SPAM sekarang menjadi cokelat karena banyak material tanah. Ini yang akan kami prioritaskan untuk segera diperbaiki,” ucap Menteri PU.

Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU memperkuat tim lapangan khususnya menangani dampak pada sungai dan layanan air bersih. “Karena sudah menyangkut sungai, penanganannya cukup kompleks,” katanya.

“Dirjen Sumber Daya Air akan segera berangkat didampingi teman-teman Balai Teknik Sungai. Agar penanganan sungai di beberapa kabupaten bisa lebih cepat dan efisien, serta kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera tercukupi,” kata Menteri Dody.

Kementerian PU juga menyiapkan tangki air untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Distribusi tangki air akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Pemantauan lanjutan dilakukan terhadap jaringan irigasi dan infrastruktur sumber daya air lainnya di wilayah terdampak. Kementerian PU tetap mempertimbangkan potensi gempa susulan serta keselamatan petugas dalam setiap penanganan.

Kementerian PU menyiagakan personel dan peralatan serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan air masyarakat setelah gempa NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....